Seorang Ayah Menculik Bayi Laki-Lakinya yang Baru Berusia 18 Bulan. Tapi 21 Tahun Kemudian, Anak Laki-laki Itu Bisa Bertemu Kembali dengan Ibunya

54
YouTube Screenshot | Inside Edition

Erabaru.net. Selama lebih dari dua dekade, seorang ibu harus kehilangan bayinya.

Semua yang ia miliki hanyalah foto bayi lawasnya yang telah lusuh.

Meskipun ibu itu telah kehilangan anak-anaknya selama bertahun-tahun, dia tidak pernah putus asa untuk bisa bersatu kembali dengan bayi tercinta mereka.

Ajaibnya, mimpinya bisa terwujud walaupun harus menunggu selama 21 tahun. Dan kali ini, dia tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Pada 1995, Maria Mancia kembali ke rumahnya di Rancho Cucamonga, California.

Namun, ia menemukan tempat tinggalnya dalam keadaan kosong.

Bayinya yang berusia 18 bulan, Steve Hernandez, pergi.

Ayah anak laki-laki itu, Valentin Hernandez, juga telah meninggalkan rumah itu, membawa Steve, foto semua anak laki-laki, dokumen berharga Steve, dan gambar USGnya.

YouTube Screenshot | Inside Edition

“Pasangan ini memang sedang mengalami masalah dalam hubungan mereka, pada saat penculikan Steve,” kata petugas penyidik senior, Karen Cragg dalam sebuah pernyataan.

Mancia hanya memiliki satu foto bayinya, yang berhasil dia dapatkan dari seorang kerabat.

Tahun-tahun berlalu tanpa kabar tentang anaknya yang hilang, namun Mancia tidak putus asa.

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

Ajaibnya, hampir 21 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2016, Mancia akhirnya bisa bertemu dengan anaknya yang telah lama hilang.

Dia memeluknya, sekarang menjadi mahasiswa berusia 22 tahun. Ia bertemu anaknya untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

Mancia meneteskan air mata kegembiraan saat ia bertemu kembali dengan Steve.

Anak laki-laki, yang dibesarkan oleh ayahnya, dan ia mengatakan bahwa ibunya telah meninggalkannya, terlihat menyeka air mata Mancia saat reuni emosional tersebut.

“Sekarang penderitaan yang telah saya pendam selama 21 tahun ini hilang sudah, karena saya telah bertemu kembali dengan anak saya. Saya menghabiskan 21 tahun mencari dia sebisa saya,” kata Mancia kepada KABC-TV .

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

Pada tahun 2012, kasus Steve mendarat di tangan Unit Pencurian Anak Kejaksaan Negeri San Bernardino.

Akhirnya, pada bulan Februari 2016, Mancia mengetahui keberadaan Steve dari para jaksa. Mereka diberitahu bahwa Steve tinggal di Puebla, Meksiko.

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

Dengan hasil tes DNA yang sesuai dengan ibunya, kami bisa menemukan Steve,” kata jaksa di wilayah San Bernardino bernama Michael Ramos.

Penyidik Cragg langsung menuju rumah Mancia untuk memberinya kabar baik.

“Saat mendengar kami telah menemukan anaknya, ia mulai menangis. Dia bilang dia tidak percaya anaknya masih hidup,” kata Cragg kepada Associated Press.

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino
© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

Hampir 21 tahun kemudian, Steve, yang merupakan seorang warga negara Amerika, kembali ke Amerika Serikat untuk tinggal bersama ibu dan empat saudara lainnya.

“Saya hidup bertahun-tahun tanpa ibu saya, kemudian untuk mengetahui bahwa dia masih hidup di negara lain, ini sangatlah emosional,” kata Hernandez, yang berencana untuk menetap di Amerika Serikat demi bisa bersekolah di sekolah hukum.

© Facebook | Jaksa Wilayah San Bernardino

“Ayah Steve dikabarkan menghilang, namun diduga ia telah meninggal,” kata pihak berwenang. (intan/rp)

Tonton video mengharukan di bawah ini.

Sumber: www.ntd.tv