Erabaru.net. Bagi semua orang, keluarga adalah sebuah pelukan yang hangat, saat lelah, bisa pulang ke rumah menikmati pelukan yang hangat ini. Tapi tidak bagi pak Li ini, karena anak dan menantu perempuannya tidak suka dia tinggal di rumah hanya makan dan tidur, jadi pak Li pun pergi dari rumah dan tidak pulang.

Pak Li pergi ke kota yang asing baginya setelah meninggalkan kampung halamannya.

Karena sudah tua, maka tidak ada yang mau mempekerjakannya, sehingga terpaksa memulung barang-barang bekas untuk bertahan hidup, dan pekerjaan memulungnya ini dijalaninya selama 15 tahun lamanya.

Ilustrasi.

Selama lima belas tahun ini, pak Li bisa menabung skitar 200 juta rupiah berkat hidup hematnya.

Sebenarnya, uang yang ditabung pak Li ini bukan untuk putranya. Saat membicarakan hal ini, pak Li pun meneteskan air mata.

Beberapa tahun yang lalu, seusai sibuk memungut barang-barang bekasnya sepanjang hari, pak Li yang merasa lelah lalu tidur di sebuah gang di pinggir jalan.

Tiba-tiba muncul seorang pemuda menyuruh pak Li menyerahkan uangnya, tapi pak Li melawan, dan di saat genting itu, tiba-tiba muncul anjing kuning, dan mengigit si pemuda , hingga akhirnya pemuda itu pun lari.

Sejak saat itu, pak Li memelihara anjing yang telah menyelamatkannya, dan hidup bersama sampai sekarang.

Beberapa hari yang lalu, entah dari mana putra dan menantunya mendapat kabar tentang keberadaan pak Li.

Mereka pun jauh-jauh datang dari kampung menemui pak Li, sikap mereka tiba-tiba sangat baik dan ramah pada pak Li, setiap hari selalu menyajikan makanan yang enak untuk pak Li.

Pak Li mengira putranya sudah berubah, tapi tak disangka belangnya mulai ketahuan.

Ternyata anaknya mendapat kabar tentang uang yang disimpan pak Li, dan ia ingin mendapatkan uang itu, tapi paki Li juga tahu dengan sifat anaknya, lalu berkata bahwa ia tidak punya uang.

Mereka langsung pulang begitu mendengar pak Li bilang tidak ada uang.

Setahun kemudian, pak Li merasa tidak enak badan, lalu periksa ke rumah sakit, dan hasilnya pak Li didiagnosis menderita kanker.

Mengingat waktunya tidak banyak lagi, pak Li pun menyiapkan segala sesuatunya.

Kalau ia tiada, bagaimana dengan anjingnya, lalu pak Li menghubungi organisasi kesejahteraan anjing.

Setelah menitipkan anjingnya dan menjelaskan beberapa hal, pak Li pun pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, pak Li meninggal, saat itu anaknya menemukan buku tabungan pak Li dan bermaksud mengambilnya di bank.

Namun, petugas bank mengatakan kepadanya bahwa uang itu tidak bisa dicairkan sambi mengambil surat wasiat.

Dalam surat wasiat itu tertulis dengan jelas bahwa setiap bulan harus membayar ke organisasi kesejahteran anjing untuk merawat anjing itu sampai mati.(jhn/yant)

Sumber: funpeer.com

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular