Erabaru.net. Xiao Li tinggal di distrik yang sama denganku, terkadang sering bertemu saat jalan santai seusai makan, dan karena sering bertemu, kami pun mulai akrab.

Xiao Li bercerita tentang peristiwa yang pernah dialaminya kepadaku.

Xiao Li punya seorang paman yang saat masih bayi dipungut neneknya di jalanan, nenek sangat baik padanya, merawatnya seperti anak kandung sendiri.

Ketika pamannya berusia 14 tahun, rumah nenek tiba-tiba disambangi seorang pria tua yang sedikit cacat pada kakinya.

Pria tua itu mengatakan pada nenek, bahwa paman adalah putra kandungnya.

Ilustrasi.

Saat dia meninggalkan paman di pinggir jalan, dia dari kejahuan terus mengamati secara diam-diam, hingga nenek menemukan dan membawanya pulang.

Beberapa tahun ini, dia tahu betul paman berada di rumah nenek, tapi tidak datang untuk mengakuinya karena cacat, untuk menghidupi dirinya sendiri saja bermasalah, apalagi harus menghidupi anaknya.

Karena itu, dia tidak berani datang dan mengakui paman sebagai anaknya, ia takut paman akan membencinya.

Kali ini dia berani datang berkunjung karena mau pergi jauh, jadi ingin mengucapkan selamat tinggal pada anaknya, dan berkata pada nenek : “Maaf, telah merepotkan Anda selama beberapa tahun ini, saya pasti akan membalas budimu.” Lalu dia pun pergi.

Baru beberapa hari setelah pak tua datang ke rumah nenek, nenek jatuh sakit, dan sakitnya cukup serius.

Ilustrasi.

Ayah Xiao Li dan saudara-saudaranya pun segera pulang melihat keadaan nenek, khawatir nenek tidak dapat bertahan.

Satu hari menjelang kematiannya, pak tua itu kembali, dia berlutut di depan ranjang nenek, dan berkata…Anda seorang yang baik hati, Anda gantikan saya untuk tetap hidup,” dan kata-kata permintaan maaf atau semacamnya.

Setelah menyampaikan kata-kata itu, pak tua itu pun menutup matanya dan pergi ‘untuk selamanya (meninggal).

Rasanya aneh juga, nenek yang terbaring di atas tempat tidur tampaknya tidak begitu lemah, malamnya nenek masih bisa duduk dan makan semangkuk bubur.

Keesokan harinya, kondisi kesehatan nenek jauh lebih baik, dan berangsur-angsur kesehatannya pun pulih seperti sedia kala.

Sementara itu, nenek Xiao Li juga membantu proses pemakaman pak tua tersebut.

Belakangan, ayah Xiao Li dan nenek ke kuil memanjatkan do’a.

Saat itu seorang biarawan kuil secara diam-diam berkata pada ayah Xiao Li : Sebenarnya yang seharusnya meninggal itu adalah ibumu, atau nenek Xiao Li, tapi ada orang yang rela berkorban untuk memperpanjang hidupnya.

Ilustrasi

Biksu tua tersebut juga mengatakan: Selama hidupnya, ibumu telah banyak melakukan hal-hal baik, jadi, banyak amalnya, sehingga banyak bencana yang terlewati berkat amalnya itu, dan dia bisa hidup lebih lama.

Ucapan biksu tua itu terbukti. Usia nenek Xiao Li telah menginjak 90 tahun, namun fisiknya masih sangat sehat, anggota keluarga merasa bahwa hidup nenek itu telah diperpanjang dengan pengorbanan pak tua itu.

Jadi, seseorang sebaiknya selalu berbuat baik, jangan pernah ada maksud buruk walaupun hanya terlintas dalam pikiran .

Walaupun berbuat baik,berkah balasan tidak akan secepat itu, tapi yang pasti mala petaka maupun bencana telah menjauh dari hidup Anda.(jhn/yant)

Sumber : ifuun.com

Share

Video Popular