Erabaru.net. Peneliti Australia memiliki berita bagus untuk anak-anak yang menderita alergi terhadap kacang tanah, makanan yang sangat umum dinikmati oleh semua orang.

Profesor Mimi Tang, seorang ahli alergi imunologi anak-anak di Royal Children’s Hospital, Melbourne, Australia, melakukan terobosan empat tahun yang lalu dengan pengobatan alergi kacang tanah yang sangat sederhana dan efektif.

Dia memberi makanan kepada 31 anak yang menderita alergi, dengan terus meningkatkan jumlah protein probiotik dan kacang tanah sekali sehari.

Setelah 18 bulan, lebih dari 80 persen anak-anak tersebut telah mengonsumsi kacang tanpa memiliki reaksi yang merugikan.

Empat tahun kemudian, Tang dan timnya menghubungi anak-anak itu lagi dan bertanya apakah mereka masih makan kacang.

Tidak semua setuju untuk ikut dalam tindak lanjut, tapi dari 24 yang setuju, 16 anak diantaranya masih makan kacang.

“Pentingnya temuan ini adalah bahwa anak-anak ini dapat makan kacang seperti anak-anak yang tidak memiliki alergi kacang dan tetap mempertahankan kondisi toleran mereka,” jelas Tang,

“Ini juga menunjukkan kemungkinan menarik bahwa toleransi adalah target yang realistis untuk mengobati alergi makanan,” papar Tang. “Ini adalah langkah besar ke depan dalam mengidentifikasi pengobatan yang efektif untuk mengatasi masalah alergi makanan di masyarakat Barat.”

Yang menjadi tujuan Tang adalah, membangun toleransi terhadap kacang tanah, namun tidak menyembuhkan alergi itu sendiri.

Empat dari anak-anak dalam studi lanjutannya benar-benar melaporkan reaksi alergi terhadap kacang tanah selama empat tahun terakhir.

Semua dari mereka, bagaimanapun juga berkurang parahnya, seperti sesak napas, batuk, tenggorokan gatal, sakit perut, atau muntah.

Tak satu pun peserta mengalami anafilaksis, reaksi alergi yang mengancam jiwa yang memerlukan suntikan adrenalin segera dan ruang gawat darurat.

Probiotik yang digunakan dalam pengobatan adalah Lactobacillus rhamnosus, yang biasa digunakan pada beberapa makanan dan obat-obatan.

Tahun lalu, OneVentures mendukung dana hampir 12 juta dollar AS, untuk penelitian Tang.

Perusahaan investasi tersebut mendirikan perusahaan bioteknologi, Prota Therapeutics, bersama dengan MCRI dan bertujuan untuk mendapatkan persetujuan perawatan dari Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA).

Tapi pertama kali, perusahaan berencana untuk memperkuat hasil temuan Tang dengan studi yang lebih besar.

“Untuk pertama kalinya, kami bisa memiliki produk di pasaran yang memberikan manfaat pengobatan yang berarti dan tahan lama, yang memungkinkan penderita memakan produk kacang tanah tanpa memikirkannya, sebagai bagian dari makanan biasa seperti orang-orang yang tidak terpengaruh,” kata Suzanne Lipe, Kepala eksekutif Prota. (ajg/yant)

Sumber: theepochtimes

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular