Erabaru.net. Pertumbuhan anak-anak berkaitan erat dengan pola pendidikan keluarga (ayah-ibu) di rumah. Tipe orang tua berikut ini dapat “menghancurkan” pertumbuhan anak.

Orang tua yang sering bertengkar.

Seringkali bertengkar hanya karena hal-hal sepele. Meski orang dewasa tidak merasakan apa-apa, tapi di mata anak, dia tidak tahu mengapa orang dewasa bertengkar dan untuk apa sebenarnya bertengkar.

Apa yang diributkan, dia tidak ingin sisi buruk dari salah satu orang tuanya.

ILUSTRASI. (Internet)

Saat seperti ini, si anak akan merasa sangat tidak tenang, jika memungkinkan, dia ingin kabur dari rumah/keluarga.

Di depan anak-anak, ia akan merasa minder, pikirannya mudah bercabang dan tidak bisa fokus saat melakukan apa pun, sehingga prestasi akademiknya juga mustahil akan bagus.

Antara ucapan dan perbuatan tidak sama. 

Seperti misalnya, mengajar anak harus sungguh-sungguh mengerjakan PR-sekolah, sementara ia sendiri sibuk berselancar di dunia maya.

Begitu pulang ke rumah, melarang anak nonton TV, sedangkan ia sendiri selalu tak lepas dari ponsel saat makan, dan nonton video sepanjang hari.

ILUSTRASI. (Internet)

Antara ucapan dan perbuatan tidak sama di depan anak, sehingga contoh yang ditanamkan kepada anak itu adalah, tidak masalah, terserah maunya bagaimana.

Mohon tanya tuan, bagaimana bisa mendidik anak anda dengan baik kalau caranya seperti ini?

Tak punya aturan

Seorang anak yang tidak punya aturan sejak kecil, dipastikan akan mengabaikan kepentingan orang lain.

Jika dibiarkan begini terus, maka perlahan tapi pasti hanya akan mengembangkan karakter egois.

ILUSTRASI. (Internet)

Suka membanding-bandingkan

Suka membanding-bandingkan, memberi label pada anak, selalu menganggap anak sendiri terlalu bodoh, lamban tidak lincah (skill), tidak sehebat seperti anak-anak lainnya.

ILUSTRASI. (Internet)

Memberi label “bodoh”

Memberi label “bodoh”, pada anak sendiri, dimana jika terbiasa membanding-bandingkan dengan anak-anak lain, maka dengan sendirinya si anak akan berpikir bahwa IQ-nya tidak tinggi.

Jadi belajar dengan tekun juga tidak ada gunanya, sampai akhirnya ia menjadi tidak percaya diri, selalu menganggap diirnya bodoh.

Ada banyak cara dalam mendidik anak, tapi kalau bimbingan dasar seperti tersebut di atas saja tidak bisa ditanamkan, bagaimana bisa mengharapkan anak anda akan berhasil di kemudian hari? (jhoni/rp)

Sumber: Kknews.cc

Share
Tag: Kategori: KELUARGA PARENTING

Video Popular