Erabaru. net. Teddy, seorang lajang mengontrak sebuah toko kecil di desa, dan usahanya lumayan bagus. Satu-satunya hal yang menjengkelkan adalah seorang nenek pemulung di sebelah tokonya.

Nenek itu berusia sekitar 70 tahun, sepanjang hari berkeliling memungut barang-barang bekas, dan baunya itu bukan main menyebar kemana-mana.

Banyak tetangga yang tidak suka dengan nenek tua itu, namun mereka segan mengungkapkannya kepada nenek tua yang tinggal sendirian itu, jadi mereka pun berusaha bersabar.

Ilustrasi.

Hari itu, entah siapa yang menaruh kulit pisang di depan rumahnya. Ketika nenek berjalan keluar, ia terpeleset dan terlihat susah untuk bangun.

Melihat hal itu, Teddy segera memanggil ambulans dan mengantarnya ke rumah sakit.

Tulang nenek sangat rapuh, sehingga kakinya retak dan butuh di-gips.

Mendengar hal itu, nenek pun panik seketika dan tanpa peduli dengan sakitnya ia berkata : “Tidak, aku harus cari uang untuk makan, tidak mau di-gips.”

“Anakmu mana nek ? Apa tidak bisa menjagamu?” Tanya Teddy.

“Sudah menginggal, semuanya sudah meninggal, ”jawab si nenek.

Dokter bersikeras agar kaki nenek itu digips dan mau tidak mau nenek pun pasrah.

Setelah selesai, Teddy mengantarnya pulang ke rumah.

Pertama kali masuk ke rumah nenek, terlihat rumahnya rapi dan tidak berantakan seperti yang terlihat di luar rumah. Hanya saja, semua barang-barangnya sudah tua.

Nenek menatap kakinya dengan sedih. Raut mukanya pun tampak cemas. Teddy sangat kasihan kepadanya, pasti nenek susah bergerak.

Dan Teddy memutuskan untuk memberinya makanan untuknya.

Sepulangnya dari rumah nenek itu, Teddy langsung pergi membeli sayur dan membuat sup untuk nenek.

Ilustrasi

Saat makan, Teddy melihat mata nenek berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Kemudian nenek menceritakan tentang masa lalunya.

Nenek mengatakan bahwa ia memiliki seorang putra. Namun, putranya itu menderita kanker hati stadium akhir pada usia 30 tahun.

Sementara suami nenek meninggal 5 tahun yang lalu. Sekarang tinggal nenek sendirian dan bertahan hidup dari uang jaminan sosial yang tidak seberapa dan hasil memulung.

Sungguh menyedihkan, Teddy pun ikut larut dalam kesedihan mendengar masa lalu nenek yang memilukan.

“Aku juga hidup sendirian, orang tua-ku sudah lama meninggal, dan sampai usiaku yang ke – 30 tahun sekarang belum juga punya pacar,” kata Teddy dalam hati.

Sejak itu, Teddy menanggung hidup nenek sehari-hari, ia sangat perhatian pada nenek. Sang nenek ingin memberinya uang, tapi selalu ditolaknya.

Akhirnya, selama 10 tahun itu, Teddy merawat nenek, dan dia pun sudah menikah dengan seorang wanita yang baik hati.

Istrinya juga membantu mengurus nenek. Sekarang ia yang selalu memasak, Teddy dan nenek sangat menyukai masakannya.

Bulan lalu, nenek meninggal dalam ketenangan pada usia 84 tahun dalam tidurnya. Teddy dan Istrinya yang mengurus pemakaman nenek.

Ilustrasi.

Pada hari itu, seorang pria yang mengaku pengacara datang mencari Teddy. Ia mengeluarkan surat wasiat yang menyatakan bahwa semua barang nenek, termasuk rumahnya itu diwariskan kepadnya.

Ketika sedang membereskan rumah nenek, ia terkejut menemukan banyak lukisan-lukisan kuno yang ternyata dilukis pada Dinasti Qing.

Ternyata lukisan tersebut dapat dijual kira-kira 295 juta rupiah!

Setelah dihitung secara keseluruhan di tambah rumah warisan nenek, setidaknya bernilai sekitar 3.5 miliar rupiah.

Teddy menjual semuanya kecuali rumah, dan hasilnya dia sumbangkan.

Ada yang bilang Teddy bodoh, tapi dia tidak peduli. Dia mengatakan melakukan sesuatu bukan untuk dilihat orang lain.

Banyak hal-hal tak terduga yang terjadi ketika kita membantu orang lain dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih. Tapi yang penting, dengan membantu orang lain, sebenarnya kita juga membantu diri sendiri. (jhn/yant)

Sumber : coco01

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular