Erabaru.net. Kisah ini terjadi di sebuah dusun di Guangxi, Tiongkok. Anak-anak di pedesaan tidak memiliki mainan apa pun, dan katapel adalah mainan yang banyak disukai bocah-bocah pedesaan.

Biasanya saat senggang, sekelompok bocah laki-laki suka bermain di sekitar kampung sambil membawa ketapel.

Pada hari itu, seorang nenek berusia 90 tahun sedang duduk santai di bawah pohon besar di depan rumahnya.

Tak lama kemudian tampak bocah-bocah menembakkan ketapelnya ke atas pohon tempat si nenek sedang istirahat, akibatnya nenek itu merasa terganggu, lalu memarahi mereka.

Beberapa bocah itu terpaksa pergi dengan cemberut, namun, salah satu bocah yang agak nakal tampaknya tidak peduli dengan kemarahan si nenek.

Dia terus menembakkan ketapelnya ke pohon, dan akibatnya tanpa sengaja pelor batu itu pun mengenai kepala si nenek, dan tak disangka, si nenek tewas seketika di tempat.

Melihat itu, si bocah pun panik dan ketakutan, kemudian berlari pulang ke rumah.

Malamnya, anggota keluarga si nenek ke rumah si bocah nakal tadi, dan orangtua si bocah baru tahu ternyata anaknya telah menimbulkan masalah besar.

Ilustrasi.

Keluarga si nenek bersikeras menginginkan anak nakal itu menebusnya dengan kematian, namun, setelah dibicarakan berulang kali dan berusaha didamaikan oleh tetua kampung yang disegani, akhirnya pihak keluarga si bocah menggantinya dengan sejumlah uang.

Tapi keluarga si nenek mengajukan satu permintaan, yakni bocah itu harus membawa foto/papan nama si nenek pada saat pemakamannya.

Semula dikira masalahnya sudah selesai, tapi pada hari pemakaman, bocah itu tidak tampak batang hidungnya.

Orangtuanya sudah mencari keman-mana di seputar desa, tapi tidak juga ditemukan keberadaan anak tersebut.

Satu hari kemudian, belum juga melihat anak itu pulang ke rumah.

Orangtua anak itu pun kemudian menduga anaknya pasti telah disembunyikan oleh keluarga si nenek.

Lalu mereka ke rumah keluarga si nenek untuk menanyakan keberadaan anaknya.

Tapi keluarga si nenek bersikeras mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak menyembunyikan anak itu.

Akhirnya dengan putus asa, orangtua si anak pun menggerakkan seluruh kerabat dan teman-temannya untuk mencari anaknya.

Namun tetap nihil, anak itu tidak juga ditemukan. Anak itu seakan-akan lenyap ditelam bumi.

Beberapa hari kemudian, masih belum juga ada kabar mengenai keberadaan anak tersebut.

Ilustrasi

Pada saat demikian, sebuah pikiran yang merisaukan tiba-tiba berkelabat dalam benak ibu si bocah itu, jangan-jangan nenek itu yang…?

Setelah dia mengatakan hal yang merisaukannya itu kepada suaminya, sang suami tiba-tiba gelisah, lalu malanya dia mengajak beberapa saudara dan teman-temannya ke makam si nenek, bermaksud menggali kuburannya.

Dan ketika menggali makam itu, ibu si bocah seketika jatuh pingsan, ternyata anak itu benar-benar berada di dalam kuburan si nenek.

Anggota tubuhnya dipaku ke peti mati, kemudian ditutupi tanah, dan bocah itu pun tewas terkubur hidup-hidup.

Masyarakat desa pun bergidik ngeri saat mendengar kejadian yang muskil itu, tapi itulah kenyataannya.(jhn/yant)

Sumber: ifuun.com

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular