Erabaru.net. Di sebuah trotoar di Changsha, Tiongkok, ada seorang bocah laki-laki yang baru berusia 10 tahun setiap hari mengamen di pinggir.

Pengamen cilik ini mengamen di tempat tersebut dari pagi sampai pukul 11 malam baru pulang ke rumah.

Ketika ditanya mengapa sekecil itu sudah mengamen di pinggir jalan.

Dia mengatakan rumahnya sudah hancur tertimpa badai salju, dan tidak dibangun lagi karena tidak punya uang, sementara ibunya kabur karena tidak ada tempat bernaung.

Sekarang ia tinggal bersama dengan ayah dan seorang adik perempuannya yang berusia 4 tahun di sebuah rumah kontrakan seluas puluhan meter persegi di Changsha.

Uang yang didapat dari hasil mengamen yang didapatnya untuk biaya hidup sehari-hari.

Bocah ini berharap bisa mengumpulkan sejumlah uang untuk membangun kembali rumahnya yang hancur, kemudian sang ibu bisa pulang kembali ke rumah, dan dia bisa kembali ke sekolah.

Tampak dalam gambar rumah yang mereka sewa di Changsha, sangat kecil dan sempit, hanya bisa memuat satu tempat tidur.

Tapi yang menggembirakan si bocah adalah ada sebuah pesawat TV di kontrakannya, terkadang saat tidak mengamen, ia bisa nonton TV di rumah.


Di malam hari, ayahnya akan membawa mereka mengamen bersama di jalanan, saat sang ayah bernyanyi, dan adik perempuannya sudah tidur terlelap, si bocah lalu duduk di atas trotoar sambil memangku adiknya, supaya sang adik bisa tidur lebih nyaman.

Demikianlah hari-hari yang mereka lewati sambil berharap bisa mengumpulkan sejumlah uang untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur akibat badai salju.(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular