Erabaru.net. Saat Xiao Ling baru berusia lima tahun, orangtuanya meninggal karena kecelakaan mobil. Dia mempunyai seorang kakak Mei Mei, yang berumur 10 tahun lebih tua darinya. Mei Mei sang kakak berhenti sekolah, mencurahkan sepenuh pikirannya untuk Xiao Ling.

Hari itu, di sebuah toko perhiasan di jalan raya, terlihat pemilik toko memandang keluar dari meja kasirnya.

Ia melihat seorang gadis berdiri di depan etalase, kedua matanya menatap tak berkedip sebuah kalung emas, gadis ini adalah Xiao Ling.

“Saya ingin menghadiahkan kalung ini untuk kakak saya, pak tolong dibungkus dengan rapi ya,” kata Xiao Ling.

Pemilik toko memandang Xiao Ling dan tampak ragu-ragu, ia tersenyum dan bertanya : “Nona kecil, apa kamu punya cukup uang?”.

Xiao Ling mengambil sebuah kotak tua dari balik sakunya, dengan hati-hati Xiao Ling membukanya, kemudian menjatuhkan uangnya ke atas meja.

Dan sambil memandang pemilik toko , Xiao Ling berkata : “Apakah ini cukup ? Saya hanya punya sebanyak ini.”

Pemilik toko menatap 8 koin di mejanya, dan tampak tersenyum.

Xiao Ling tampak cemas melihat pemilik toko hanya tersenyum.

“Kakak saya ulang tahun hari ini, saya ingin membelinya sebagai hadiah. Orangtua saya sudah meninggal, kakak saya yang merawat saya selama ini, saya ingin memberinya hadiah, supaya dia bisa tersenyum bahgia, dia tidak pernah memakai kalung, jadi saya pikir dia pasti akan gembira dengan kalung ini,” kata Xiao Ling dengan penuh semangat, dan terlihat menyunggingkan senyum manis di wajahnya.

Pemilik toko mengambil kalung dari dalam etalase dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak merah, lalu mengikat dengan dua untai tali putih dan diserahan kepada Xiao Ling.

“Hati-hati ya, jangan sampai jatuh, kakakmu pasti terlihat cantik memakai kalung ini,” kata pemilik toko itu.

Xiao Ling tersenyum manis sambil memandang pemilik toko, lalu berlari keluar sambil meloncat-loncat bahagia pulang ke rumah.

Hari ini toko agak sepi, tapi entah kenapa sang pemilik toko perhiasan itu sangat gembira.

Malamnya, saat akan tutup toko, tampak seorang gadis cantik dengan rambut panjang terikat dan bola mata yang besar berjalan menghampirinya, dan berkata ”Saya kakaknya gadis kecil yang membeli kalung sore tadi di toko ini, nama saya Mei Mei.”

“Oh, ya, lalu ada perlu apa adek datang ke mari?” Tanya pemilik toko itu.

“Berapa harga kalung ini?” Tanya Mei Mei memperlihatkan kalung itu kepadanya.

“Maaf ini rahasia pelanggan, saya tidak bisa memberitau, dan saya telah menjualnya.”

“Tapi, adik saya hanya memiliki beberapa koin uang receh, mana mungkin bisa membeli kalung semahal ini.Orang miskin seperti kami mana mampu membelinya, tolong ambil kembali kalung ini pak,” kata Mei Mei, sambil menyelipkan kalung itu ke tangan si bapak pemilik toko.

Mei Mei berdiri termangu di depan pemilik toko, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Bapak itu tampak tersenyum, kemudian memasukkan kembali kalung itu ke dalam kotak lalu diberikan pada Mei Mei sambil berkata : “Xiao Ling sudah membayarnya.”

“Mana mungkin ?” Kata Mei Mei sambil menatap si bapak dengan pandangan heran.

“Dia membelinya dengan harga jauh lebih tinggi dari siapa pun, dia telah mengorbankan semua yang dimilikinya, dan itu adalah harga kalung yang saya jual.”

Penjelasan si bapak pemilik toko seketika membuat Mei Mei sadar, ia pun termangu dan meneteskan air mata sambil melihat kalung itu.

Sambil menangis Mei Mei berlari keluar dari toko, sementara si bapak memandangi bayangan Mei Mei sambil tersenyum dan tanpa terasa ia pun meneteskan air mata.(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc/Jhn

Share

Video Popular