Erabaru.net. Siddharth Dudu dan Ashwin Doshi benar-benar berterima kasih kepada orang-orang Pune, karena telah menyelamatkan nyawa mereka.

Saat aksi solidaritas 50 pemuda asal Pune yang dengan berani memiringkan sebuah bus demi menyelamatkan para siswa yang terjebak di bawah bus.

(Foto : India TV News)

Pada tahun 2014, di sebuah jalanan di India, Dudu dan Doshi sedang mengendarai sepeda motor , sebuah bus yang melaju kencang melanggar motor kedua siswa tersebut dan kemudian menabrak sebuah tiang lalu lintas sebelum berhenti.

Keduanya terjebak di bawah badan bus yang sangat besar dan mungkin mereka bisa mengalami akhir yang tragis, jika bukan karena tindakan cepat yang dilakukan oleh 50 orang Pune.

Sebuah bus yang beratnya antara 9 sampai 11 ton. Dengan keberanian dan tekad kuat demi menyelamatkan Dudu dan Doshi, 50 orang tersebut bersama-sama menggabungkan kekuatan mereka untuk memiringkan bus besar tersebut dan menyelamatkan mereka.

Setelah berhasil keluar, Dudu dan Doshi dilarikan ke rumah sakit setempat, dimana mereka dinyatakan selamat dari bahaya.

(Foto: Hindustan Times / Twitter)

Insiden tersebut mendapat apresiasi dari banyak warganet di media sosial karena kisahnya menjadi viral di dunia maya.

Sama seperti insiden Perth yang terkenal, di mana warga bersatu untuk memiringkan seluruh rangkaian gerbong kereta api demi membebaskan orang yang terperangkap, kepahlawanan oleh rakyat Pune menunjukkan bahwa masih ada banyak cinta di dunia ini!

Ada banyak contoh kisah keberanian dan belas kasih yang terjadi di sudut-sudut dunia ini, menunjukkan sejauh mana orang bisa berusaha untuk menyelamatkan orang lain sambil mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

Pada tahun 2011, di California, AS, seorang ibu tunggal berusia 22 tahun, bernama Keenia Williams segera menarik mobilnya untuk berhenti saat dia melihat sebuah truk terbalik dan terbakar.

Tanpa berpikir dua kali, dia langsung melompat ke dalam api dan membantu menarik pengemudi keluar.

Pada tahun 2014, New South Wales, Australia, ketika ada dua orang anak menangis untuk meminta bantuan, Lauren Prezioso segera berenang ke laut untuk menyelamatkan mereka yang hampir mati tenggelam, meskipun ia sendiri sedang hamil delapan bulan.

Sungguh menakjubkan apa yang bisa kita capai saat kita bisa mendedikasikan diri kita untuk melakukan kebaikan yang lebih besar.

Tidak perlu memandang dari mana ia berasal, apa warna kulitnya, asalkan kita bisa melakukan kebaikan dan menolong sesama umat manusia. (intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular