Senang di Atas Derita Orang Lain Hanya akan Rugikan Diri Sendiri

190
Pada saat orang lain mengalami penderitaan, sebagian warga Tiongkok justru merasa senang, namun pada akhirnya hal itu hanya akan merugikan diri sendiri. Foto adalah situasi pasca tragedi penembakan di Las Vegas, sekelompok pengawal kehormatan pada acara berkabung. (Getty Images)

Oleh Dr. Frank Tian Xie

Erabaru.net. Pasca tragedi penembakan berskala besar di kota judi AS Las Vegas menuai kecaman keras berbagai negara di dunia, juga memicu kekhawatiran masyarakat pada degradasi etika dan kemerosotan moral umat manusia dewasa ini.

Akibat tragisnya kasus penembakan ini, menyebabkan ada yang kembali melontarkan masalah klasik soal ijin kepemilikan senjata di AS.

Ada juga yang menilai seandainya AS seperti RRT yang melarang pemilikan senjata api bahkan pisau dapur sekalipun (tidak boleh diperjualbelikan di Beijing saat Partai Komunis Tiongkok/PKT mengadakan gawe besar seperti Kongres Nasional PKT XIX yang dimulai pada 18/10. Red.), apakah tingkat kejahatan bisa menurun?

Ada yang bahkan mempertanyakan alasan fundamental yang memicu aksi pembantaian massal itu, apakah senjata api yang membunuh manusia, atau manusia yang membunuh manusia?

Pada saat orang lain mengalami penderitaan, sebagian warga Tiongkok justru merasa senang, namun pada akhirnya hal itu hanya akan merugikan diri sendiri. Foto adalah situasi pasca tragedi penembakan di Las Vegas, sekelompok pengawal kehormatan pada acara berkabung. (Getty Images)

Terlepas dari di belahan dunia mana pun terjadi pembicaraan soal kasus ini dan dampaknya pasca kejadian terhadap masyarakat, ada satu kesamaan.

Kesamaannya adalah masyarakat di hampir seluruh dunia mengecam keras aksi pembantaian terhadap warga tak berdosa itu, dan ikut berduka bagi para korban dan kerabat mereka.

Selama beberapa hari media massa dunia memberitakan berbagai peristiwa heroik penyelamatan para korban dan pengorbanan kepentingan pribadi.

Namun yang sangat disayangkan adalah, seperti halnya tragedi serangan teroris 11 September di New York dimana di RRT (tentunya juga di negara-negara yang memusuhi AS, Red.) justru disambut gembira atas penderitaan orang lain, kali ini, juga muncul sebagian warga RRT merasa senang atas tragedi pembantaian ini.

Hanya saja, dibandingkan dengan tragedi 11 September belasan tahun lalu, kali ini orang yang bergembira sudah agak berkurang jumlahnya.

ILUSTRASI. (globalresearch.ca)

Sebenarnya, masyarakat Tiongkok adalah bangsa di dunia ini yang paling tidak pantas untuk menentang, melawan apalagi menjelek-jelekkan Amerika. Mengapa demikian?

Karena AS sama sekali tidak pernah melakukan tindakan pembantaian apa pun terhadap rakyat Tiongkok.

Amerika juga tidak pernah mencaplok wilayah Tiongkok, justru sebaliknya, AS setidaknya pernah enam kali berjasa besar bagi Tiongkok.

Dalam seratus tahun terakhir, Amerika sudah banyak membantu, melindungi, dan mendukung bangsa Tiongkok.