Erabaru.net. Asupan makanan olahan memang kerap dikaitkan dengan besarnya kemungkinan mengalami penyakit kanker.

Seperti yang dilaporkan oleh American Cancer Society, manusia kemungkinan terserang penyakit kanker sekarang 1 banding 2 untuk pria dan 1 dari 3 untuk wanita.

Kemudian, American Association for Cancer Research, dalam laporan tahunan mereka, memperkirakan bahwa lebih dari setengah dari semua kasus kanker global disebabkan oleh penyebab yang sebenarnya dapat dicegah.

Di sini kita telah memiliki delapan makanan yang paling mungkin menyebabkan kanker.

Menghindari untuk memakan makanan olahan ini akan menurunkan risiko terkena penyakit ini.

Berikut daftar delapan makanan yang harus dihindari agar bisa mengurangi risiko menderita kanker.

1. Saus Tomat Kalengan

ILUSTRASI. ©Getty Images | The Washington Post

Lapisan makanan kaleng dibuat dengan bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA).

Dampak BPA tidak hanya meningkatkan risiko kanker tapi juga kemungkinan kelainan hormonal dan metabolik.

Saus tomat kalengan bahkan lebih berbahaya daripada produk makanan kaleng lainnya karena kandungan asamnya, yang menyebabkan pelepasan lapisan timah.

Gunakanlah tomat segar untuk membuat saus!

2. Minyak yang terhidrogenasi

ILUSTRASI. © Getty Images | Fotografi Steven Morris

Minyak yang terhidrogenasi hadir dalam makanan olahan sehingga bisa meningkatkan keawetannya.

Mereka menjadi berbahaya karena bisa mempengaruhi struktur selaput sel manusia, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kanker.

Selain itu, penggunaan minyak ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit karena kandungan asam lemak Omega-6 yang tinggi.

Meskipun Omega-6 sangat penting, namun hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil.

Omega-3 juga sangat penting untuk dikonsumsi, namun sebaiknya dikonsumsi pada makanan ikan berminyak, misalnya.

Gunakan minyak zaitun yang alami dan tidak diekstraksi secara kimia.

Share

Video Popular