Erabaru.net. Seiring dengan terus berkembangnya masyarakat informasi, kini komputer maupun handphone telah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat luas, dan boleh dikata hampir semua lapisan masyarakat dari berbagai usia menggunakan handphone.

Kakek yang sudah berusia lebih dari 60 tahun ini bukan saja mahir menggunakan ponsel, tapi juga komputer, bahkan bisa menjalankan bisnis e-commerce-nya.

Sang kakek menjual secara online barang-barang khas dari kampung halamannya ke berbagai daerah, sehingga membuatnya berangsur-angsur meraup pundi-pundi uang, bahkan mengajak masyarakat desa makmur bersama.

Tampak si kakek sedang belajar menggunakan komputer, komputer itu adalah barang yang paling berharga di rumahnya, boleh dibilang peninggalan mendiang putrinya.

Putri sulung kakek meninggal karena penyakit uremia saat kakek berusia 48 tahun, dan meninggalkan utang lebih dari 120 juta rupiah.

Namun, kakek yang sudah sangat berduka atas kepergian putrinya, tak menyangka, beberapa tahun kemudian putranya juga terkena penyakit yang sama, dan akhirnya meninggal dunia.

Pria yang sudah berusia lebih dari 50 tahun ketika itu melihat anak-anaknya pergi satu persatu meninggalkannya.

Sementara istrinya yang sakit-sakitan juga tidak bisa mengurus dirinya sendiri, ditambah lagi harus merawat seorang paman bisu yang berusia lebih 70 tahun.

Menyedihkan, coba demi cobaan menimpa kakek yang semakin senja.

Karena semua beban itu harus ditanggungnya sendiri, jadi dia semakin tidak boleh jatuh, kalau tidak semuanya akan hancur.

Semasa hidupnya, anaknya berusaha menjual produk khas dari kampung halamannya melalui internet, jadi, si kakek ingin melanjutkan usaha anaknya.

Namun, karena sudah berusia lebih dari 50 tahun, sehingga kakek belajar secara otodidak dengan tekun cara mengoperasikan computer.

Berkomunikasi dengan pelanggannya dengan bahasa Mandarin dan belajar membeli barang-barang serta belajar cara berbicara dengan pembeli.

Tampak si kakek sedang memeriksa dengan teliti barang-barang pesanan dengan kaca mata rabunnya, takut melakukan kesalahan.

Berkat ketekunan selama beberapa tahun, si kakek sekarang sudah semakin menguasai prosesdur e-commerce-nya.

Produk buah-buahan yang merupakan khas kampung halamannya sambutan yang baik dan digemari banyak orang, dan pesanannya juga semakin banyak dari hari ke hari.

Si kakek juga menjual buah-buahan dari penduduk desa.

Seiring dengan kestabilan bisnisnya, utang keluarga kakek pun perlahan-lahan terlunasi.

Saat musim panas, kakek juga memasang AC, dan untuk kali pertamanya kakek harus memakai selimut di musim panas saat tidur. katanya sambil tersenyum.

Semoga kakek selalu sehat dan bisnis online-nya maju terus.(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc

Share

Video Popular