Erabaru.net. Ada cerita Zen klasik tentang melupakan sesuatu, kisah ini telah diceritakan dalam berbagai versi. Begini ceritanya:

Dua orang biksu yang sedang bepergian tiba di tepi sebuah sungai, sungai itu cukup dalam, dan ternyata jembatan yang biasa digunakan orang-orang untuk menyebrang, patah.

Disitu tampak seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian sutera mewah, dia terlihat sedang kebingungan. Kedua biksu itupun menghampirinya, dan menanyakan apa yang sedang dia lakukan dan mengapa dia tampak begitu kebingungan.

Rupanya dia ingin menyeberang, namun khawatir jika dia berjalan melewati sungai itu, baju suteranya akan kotor dan rusak, jadi dia hanya bisa diam dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kedua biksu ini ingin membantu namun tahu bahwa seorang biksu tidak boleh bersentuhan dengan wanita, maka merekapun tidak dapat berbuat apa-apa.

Merasa sedang buru-buru, kedua biksu itupun memutuskan untuk segera berangkat dan menyeberangi sungai.

Biksu yang lebih muda segera pamit pada wanita itu dan bergegas turun ke sungai, sementara biksu yang lebih tua, justru berkata kepada wanita itu bahwa dia akan membantunya.

Phantsythat

Belum sempat wanita itu menjawab, biksu yang lebih tua segera menggendongnya dan turun ke sungai, dan menyeberang ke sisi lain sungai.

Sesampainya di seberang, wanita itu segera turun, dan , bukannya berterima kasih kepada biksu, wanita itu justru mendorongnya, dan kemudian berjalan pergi dengan wajah kesal.

Devotionalnonduality

Biksu muda yang melihat merasa aneh, mengapa biksu yang lebih tua menggendong seorang wanita, namun dia diam saja.

Kedua biksu itupun melanjutkan perjalanan mereka.

Biksu yang lebih muda terus memikirkan peristiwa tadi di sepanjang jalan, akhirnya dia tidak tahan dan bertanya kepada biksu tua.

“Bukankah kita ini biksu? Bukankah biksu tidak boleh bersentuhan dengan wanita? Lalu mengapa tadi kamu menggendong seorang wanita?” Tanya biksu yang lebih muda ke biksu yang lebih tua

Dijawab: “Menggendong wanita? Wanita mana yang saya gendong? Saya tidak sedang menggendong siapapun. Apakah kamu masih menggendongnya?”

Sesungguhnya, adalah enak jika kita bisa melepaskan beban dari masa lalu.

Seringkali seseorang berbuat salah di masa lalu, lalu di masa depan dia terus dihantui oleh rasa bersalah.

Tidak ada satupun orang yang mau hidup dalam penyesalan masa lalu, bahkan faktanya, kesalahan yang telah kita perbuat di masa lalu, tujuannya bukan karena kita ingin melakukan suatu hal salah, seringkali saat itu kita kepepet, atau kurang pengalaman, kurang pengetahuan, naif, dan sebagainya, bahkan mungkin kesalahan itu kita lakukan demi kebaikan.

Jadi apapun yang telah terjadi di masa lalu, lepaskanlah, tinggalkan, masa depan Anda terlalu indah untuk dikotori kenangan buruk masa lalu! (Anggi/ Jul)

Sumber: perfecto.guru

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular