Erabaru.net. Suami dari wanita Australia kelahiran Afrika ini mengira bahwa istrinya telah terbunuh, karena dialah yang merencanakan pembunuhan terhadap istrinya! Namun ternyata, sang istri memberinya kejutan seumur hidup dengan tampil dalam keadaan hidup dan sehat di pemakamannya sendiri!

Pada awal 2015, seorang wanita bernama Noela Rukundo, terbang 7.500 mil dari Melbourne, Australia, ke kampung halamannya di Burundi, Afrika untuk menghadiri pemakaman ibu tirinya.

Saat Rukundo tertidur di kamar hotelnya sekitar pukul 20.00, dia mendapat telepon dari suaminya, Balenga Kalala, pria kelahiran Kongo, menurut The Age.

“Dia menyuruh saya pergi keluar untuk mencari angin segar,” kata Rukundo kepada BBC News .

Karena dia merasa bahwa suaminya menunjukkan kepedulian terhadap kesehatannya, Rukundo pun pergi keluar. Tiba-tiba, dia tersungkur ke jalan dan ditodong senjata api oleh tiga penculik.

(Foto : Video Screenshot | Washington Post)

Rukundo disekap selama dua hari, sementara penculiknya menunggu uang transferan dari orang yang telah menyuruh merek.

Selama penyekapannya, orang yang mernyuruh menghubungi mereka dan memerintahkan untuk “membunuhnya”.

Dengan rasa ngeri, Rukundo mengenali suara di ujung telepon. Itu milik suaminya!

“Aku mendengar suaranya. Aku mendengarnya. Saya merasa kepala saya seperti akan meledak, “kata Rukundo. “Kemudian mereka menjelaskan kepadanya di mana mereka akan membuang mayat itu.”

Untungnya, Rukundo akhirnya dibebaskan oleh para penculik, karena rupanya ia tidak ingin membunuh wanita itu.

Mereka memberikan semua bukti yang melibatkan suaminya untuk menjebloskannyake penjara, seperti kartu memori ponsel dengan rekaman percakapan telepon, ditambah bukti penerimaan transfer uang Western Union.

Rupanya, suaminya, Kalala, telah membayar para pelaku tersebut sebesar hampir 7.000 dolar Australia untuk membunuhnya.

Suaminya, yang mengira pembunuhan itu telah dilaksanakan sesuai rencana, mulai memberi tahu teman-temannya bagaimana Rukundo terbunuh dalam sebuah kecelakaan saat ia berada di Burundi.

Setelah mendengar berita tragis tersebut, masyarakat Afrika di Melbourne memberikan dukungan spiritual dan finansial kepada Kalala dan anak-anak mereka, yang berusia 5, 10, dan 11 tahun.

(Foto : Getty Images | Julian Hibbard)

Pada 22 Februari, saat pelayat terakhir meninggalkan upacara pemakaman Rukundo, Kalala tiba-tiba bertatapan muka dengan seseorang, yang tak lain adalah Rukundo, istrinya.

Tampak jelas bahwa Kalala sangat terkejut.

“Apakah mata saya tidak salah lihat? Apakah ini hantunya?” kata Kalala yang ketakutan.

“Herankan! Aku masih hidup! “Balas Rukundo. “Anda adalah orang jahat.” Dia mendekatinya seolah-olah “berjalan di atas pecahan kaca.”

(Foto : Getty Images | Kris Loertscher / EyeEm)

Kalala pun berlari kearahnya dan menyentuh bahunya. “Noela, sungguh ini dirimu kan?” Tanya Kalala. Lalu dia berteriak, “Saya minta maaf atas semua yang telah saya lakukan kepadamu!”

Tapi, sudah terlambat, karena Rukundo telah menelepon polisi.

“Dia bilang dia ingin membunuh saya karena dia cemburu. Dia berpikir bahwa saya ingin meninggalkannya dan berpaling untuk pria lain,” kata Rukundo. “Saya merasa seperti seseorang yang telah bangkit lagi.”

(Foto : Getty Images | Mohammed Abed )

Rukundalah yang akhirnya bisa tertawa terbahak-bahak, karena, pada 11 Desember 2015, Kalala dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara akibat perbuatannya.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular