Erabaru.net. Dua pemain American football SMA berusia 16 tahun berinisiatif membuat sebuah kelompok untuk membantu anak-anak yang dibuli di sekolah. Para atlet ini akan bermain dan makan siang bersama anak-anak itu. Dan hasilnya pun sungguh menakjubkan, karena mengubah hidup mereka yang menjadi korban buli.

Semuanya dimulai dari seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang sering dibuli di sekolahnya.

Ketika Chris Kuykendall yang berusia 16 tahun dari Hobbs, dari New Mexico, AS, mengetahui kisah anak berusia 5 tahun yang sering dibuli di sekolahnya, dia menjadi turut prihatin dan memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Anak laki-laki itu sangat tertekan, sehingga dia sering muntah di pagi hari sebelum sekolah.

“Dia tidak mau pergi ke sekolah, karena dia hanya selalu merasa sengsara. Ini tidak bisa dibiarkan sama sekali, “kata Chris kepada Meredith, pembawa acara “The Meredith Vieira Show”.

Chris sendiri juga pernah mengalami bulian di sekolah saat masih muda. Dia mengatakan kesalahan kritis yang kebanyakan korban bulian lakukan adalah mereka tidak pernah memberi tahu orangtua mereka tentang kasus pembulian yang mereka terima, dan ini juga pernah dia lakukan.

Chris pun mengetahui ada seorang korban bulian berusia 13 tahun dari komunitasnya, yang telah melakukan bunuh diri karena tak kuat menghadapi aksi pembulian. Chris pun berniat ingin membantu mengakhiri polemik aksi pembulian.

“Saya ingat bagaimana perasaan saya saat saya diintimidasi dan dibuli. Itu sungguh menyengsarakan saya,” kata Chris.

“Saya ingin segera mengubahnya saat itu juga. Saya tidak ingin hari berakhir dengan cepat, bangun keesokan harinya, dan tak ingin pergi ke sekolah.”

Untuk membantu bocah berusia 5 tahun itu, Chris mengemukakan sebuah gagasan. Dia akan mengundang anak laki-laki itu untuk makan siang bersamanya.

Kemudian ketika anak-anak lain di sekolah melihatnya, mereka akan berpikir bahwa dia pasti sangat keren jika ada pemain American football yang makan dengannya. Rencananya ini akhirnya berhasil.

Setelah itu, Chris mengetahui bahwa anak laki-laki itu “melakukan hal jauh lebih baik dari sebelumnya”.

“Dia selalu riang saat pergi ke sekolah, bermain di taman bermain. Hidupnya benar-benar berubah menjadi cerah, “kata Chris.

Melihat apa yang Chris lakukan, Brevin Young yang merupakan sesama pemain American football, sangat tersentuh sehingga ia memutuskan untuk bergabung dalam kelompok tersebut, karena ia juga pernah dibuli saat ia masih muda.

“Saya diintimidasi saat masih kecil dan saya merasa tidak ada orang yang bisa diandalkan untuk tempat saya nbersandar,” kata Brevin.

“Saya hanya memikirkan kembali bagaimana perasaan saya saat berada di masa itu. Saya ingin memastikan bahwa para korban bulian tidak akan lagi merasa seperti itu.”

Brevin juga percaya bahwa aksi pembulian yang dilakukan zaman sekarang lebih buruk dari sebelumnya.

Dia mengatakan bahwa dia terkejut saat mendengar hal-hal seperti “anak TK dan anak kelas satu membungkukkan diri mereka di hadapan teman-teman mereka, atau ditendang dan dibuli secara verbal”.

Setelah itu, Chris dan Brevin memutuskan untuk mendirikan Eagle Buddies, yang menghubungkan atlet SMA dengan anak-anak korban bullying untuk membangun kepercayaan diri mereka dan memberi mereka dukungan.

Melihat tindakan spontan remaja tersebut, ibu Breven merasa sangat tersentuh.

“Sungguh menakjubkan melihat bagaimana para pemuda dapat membantu anak-anak dan tidak pernah meremehkan anak berusia 16 tahun,” ujar ibu Breven. “Sungguh luar biasa saat melihat kepekaan terhadap rasa kemanusiaan di kalangan remaja masa kini,”

“Kami hanya menunjukkan bahwa setiap orang bisa membuat perbedaan karena hal ini tidak hanya terjadi di Hobbs, New Mexico. Aksi pembulian bisa terjadi di mana-mana,” kata Chris.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular