Erabaru.net. Seni gua yang diduga merupakan peninggalan sejarah peradaban manusia kuno memang telah banyak ditemukan di berbagai negara. Di sini kami akan mengungkapkan penemuan sebuah gua yang berumur sekitar 40.000 tahun di Sulawesi.

(Foto : YouTube screenshot | Tohari Achmad)

Diketahui masyarakat Tionghoa kuno adalah salah satu bentuk peradaban tertua yang tercatat di planet ini, yang berusia 5.000 tahun, namun, para ilmuwan telah mengabadikan karya seni di Sulawesi, yakni sebuah gua yang berusia sekitar 40.000 tahun.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Lukisan-lukisan yang ada di gua ini telah dikenal selama beberapa dekade, namun baru belakangan ini usia mereka telah diketahui para ilmuwan.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Temuan di Sulawesi sangat menarik, dan beberapa temuannya yang menarik adalah tentang revolusi peradaban manusia prasejarah.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Sampai penemuan di Sulawesi ini dipublikasikan, para ilmuwan percaya bahwa lukisan tertua ini dibuat oleh manusia kuno yang banyak memiliki kemiripian dengan manusia prasejarah yang ada di Eropa, yang juga telah berumur sekitar 40.000 tahun.

Saat ini, gua yang diketahui merupakan peninggalan peradaban manusia prasejarah tertua terletak di gua El Castillo di Cantabria, Spanyol, yang berusia 40.800 tahun.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Peninggalan gua di Sulawesi pertama kali ditemukan pada tahun 1950an. Pada awalnya gua ini dianggap berusia tidak lebih dari 10.000 tahun karena para ilmuwan tidak percaya bahwa sesuatu yang lebih tua dapat bertahan di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Namun sebuah studi yang lebih baru mengungkapkan beberapa karya seni di dalam gua ini telah berusia minimal 39.900 tahun.

(Foto : YouTube screenshot | Fotografi Alcibbum)

Untuk mengabadikan lukisan gua ini, para ilmuwan menggunakan metode pengukur isotop radioaktif yang mirip dengan stalaktit kecil, yang dikenal sebagai “popcorn gua”.

(Foto: YouTube screenshot | Tohari Achmad)

Penemuan di Sulawesi ini menantang pemahaman awal bahwa seni gua berasal dari masyarakat Eropa kuno.

(Foto: YouTube screenshot | Tohari Achmad)

Padahal, seni gua yang diketahui merupakan peninggalan peradaban manusia prasejarah diketahui bisa ditemukan di Perancis, Spanyol, India, Indonesia, Afrika Selatan, Aljazair Tenggara, gurun Libya, Argentina, dan Somalia.

(Foto: YouTube screenshot | Tohari Achmad)

“Penemuan kami di Sulawesi menunjukkan bahwa seni gua dibuat di ujung yang berlawanan dari dunia Eurasia Pleistosen pada waktu yang hampir bersamaan, menunjukkan bahwa praktik ini memiliki asal usul manusia prasejarah yang lebih dalam,” kata Dr. Maxime Aubert, seorang arkeolog di Universitas Wollongong di Australia.

(Foto: YouTube screenshot | Tohari Achmad)

Seorang arkeolog Alistair Pike dari University of Southampton di Inggris menyatakan, “Kami telah memiliki pandangan tentang asal-usul lukisan gua yang terlalu ‘Euro-sentris’. Tentu ini mengubah pandangan kita, dan akan membuat kita mengajukan banyak pertanyaan tentang penyebab munculnya seni gua ini”.

(Foto : YouTube Screenshot | nature video)

Ada juga lukisan di gua yang ditemukan di La Marche di Perancis, yang berusia lebih dari 14.000 tahun, sehingga mereka dianggap tidak setua dengan gua yang ditemukan di Sulawesi.

Namun menakjubkan dari seni gua yang ditemukan di La Marche adalah bahwa manusia digambarkan telah mengenakan jubah, topi, dan sepatu bot. Ini mengungkapkan kepada kita bahwa manusia prasejarah telah mengetahui bagaimana membuat dan menenun kain.

(Foto: YouTube screenshot | Tohari Achmad)

Dari segi karya lukisan yang ditemukan di gua Sulawesi, dengan mengambil gambar di atas sebagai contoh, kita bisa melihat adanya gambar semacam perahu.

Ini menunjukkan bahwa manusia prasejarah di sini mungkin telah menjadi pelaut ribuan tahun yang lalu.

(Foto : YouTube screenshot | Alcibbum Photography)

Semua penemuan ini memungkinkan kita untuk lebih memahami peradaban manusia purba yang benar-benar nyata di masa lalu. (intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular