Erabaru.net. Bukan hanya kelupaan yang bisa menunjukkan risiko terkena demensia – penelitian baru menunjukkan indra penciuman Anda juga banyak kaitannya dengan hal itu.

Sebagai contoh, para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa ketidakmampuan untuk membedakan dua aroma merupakan salah satu tanda awal penyakit Alzheimer.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society, gagal mengidentifikasi beberapa aroma tertentu dapat menunjukkan risiko menderita demensia.

Dalam sebuah penelitian jangka panjang terhadap hampir 3.000 orang dewasa berusia 57-85 tahun, peneliti menemukan bahwa peserta penelitian yang tidak dapat mengidentifikasi minimal empat dari lima aroma (peppermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit) lebih dari dua kali berisiko menderita demensia lima tahun mendatang.

Untuk penelitian tersebut, peneliti meminta para sukarelawan untuk mencium “tongkat Sniffin” di mana ujung tongkat menyerap wewangian dan menyebutkan setiap aroma dari daftar empat pilihan.

Peneliti memilih lima aroma, yaitu peppermint, ikan, jeruk, mawar, dan kulit, demi meningkatkan derajat kesulitan.

Peneliti melaporkan bahwa 78% peserta penelitian mengenali dengan benar minimal empat dari lima aroma tersebut.

Sekitar 14% peserta penelitian hanya dapat mengenali tiga dari lima aroma, 5% peserta penelitian hanya dapat mengenali dua aroma saja, dan 2% peserta penelitian hanya dapat mengenali satu aroma saja.

Satu persen peserta penelitian tidak dapat mengenali aroma apa pun.

Lima tahun kemudian, tim peneliti melakukan pemeriksaan terhadap peserta penelitian tersebut. Apa yang mereka temukan?

Hampir semua peserta penelitian yang gagal mengenali semua aroma telah didiagnosis menderita demensia, dan hampir 80% peserta penelitian yang dapat mengenali hanya satu atau dua aroma juga menderita demensia.

“Hasil ini menunjukkan bahwa indera penciuman berhubungan erat dengan fungsi otak dan kesehatan,” kata penulis utama penelitian, Prof. Jayant M. Pinto, MD, seorang profesor bedah di Universitas Chicago dan spesialis THT.

“Kami berpendapat bahwa kemampuan mencium aroma secara khusus, serta fungsi sensorik yang lebih luas, dapat menjadi tanda awal yang penting untuk menandai orang berisiko lebih tingi untuk menderita demensia,” Tambahnya vivi/yant)

Sumber: rd.com

Share

Video Popular