Profesor Ini Meratap Sedih, Mempunyai 3 Anak Perempuan yang Cantik, Tapi Bisu! Dia pun Bertanya kepada Biksu. Dia Terkejut Saat Ditanya, “Masih Ingat Apa yang Anda Lakukan 25 Tahun Silam?”

214
ILUSTRASI. (Internet)

Erabaru.net. Ada pasangan suami-isteri profesor memiliki tiga anak perempuan yang sangat cantik.

Pasutri bergelar profesor ini sekarang berusia lima puluh lima tahun. Mereka memiliki tiga anak perempuan yang cantik, yang masing-masing berusia 20, 23, dan 25 tahun.

Meski usia sudah waktunya menikah, tapi hingga sekarang tidak punya calon.

Tak heran banyak yang melamar, namun pada akhirnya mereka mundur satu persatu. Alasannya karena ketiga putri profesor itu … bisu!

Sebagai seorang profesor intelektual, mereka tidak pernah percaya dengan karma pasutri, profesor ini secara berturut-turut melahirkan tiga anak perempuan bisu.

Pukulan yang berat ini membuat mereka kecewa, sedih dan muram, wajah mereka juga tampak semakin tua.

Tiba-tiba mereka menyadari, harta benda ternyata tak bisa membuat mereka bahagia.

Cacat fisik ketiga anak perempuannya membuat mereka merasa takut, cemas dan tak berdaya.

Pasangan profesor yang akan segera memasuki usia senja, yang tersiksa secara batin dan jasmani jangka panjang, dan tidak bisa disembuhkan dengan obat itu, berangsur-angsur mulai tertarik dengan agama.

Atas rekomendasi temannya, akhir pekan lalu mereka pun mendengarkan ceramah kehidupan dari biksu.

ILUSTRASI. (Internet)

Tak disangka, ketika sampai di biara, seorang biksu lalu bercerita tentang sebab dan akibat.

Biksu tersebut berkata, hukum sebab-akibat dari “karma baik dan jahat” itu eksis secara objektif, dan itu memang adanya. Tidak peduli Anda percaya dan tidak, kita semua hidup dalam hukum sebab-akibat.

Kita masing-masing harus bertanggung jawab atas perilaku baik dan jahat yang kita perbuat, setiap orang dapat menciptakan takdir mereka sendiri.

Jika anda yang melakukan kejahatan itu, maka Anda akan merasakan balasan yang menyakitkan!

Kata-kata biksu itu bagaikan gaung yang membahana, seketika meresap ke dalam sanubari profesor!

ILUSTRASI. (Internet)

Dia merasakan garis pandang biksu itu seakan-akan menusuk ke arahnya.

Seusai ceramah, si profesor langsung menemui sang biksu, dan tak disangka, sang biksu pun langsung bertanya, “Apa yang pernah Anda lakukan pada 25 tahun yang lalu … Anda tahu sendiri kan?”

Sang profesor terkejut seketika mendengar pertanyaan itu! Dan dia pun terbayang dengan peristiwa 25 tahun yang lalu, dia pernah melakukan sesuatu yang membuatnya tak bisa melupakannya.

Dua bulan setelah menikah, isteri profesor pun hamil, dan dia sangat bahagia ketika itu.

Setiap akhir pekan, profesor selalu jalan-jalan ke pantai atau ke tempat yang indah.

Suatu hari saat profesor menghadiri undangan, mobilnya diparkir di alun-alun vihara.

Baru saja membuka pintu mobil, segerombolan anak-anak gelandangan langsung mengemis padanya.

Sekadar diketahui, profesor ini paling benci dengan anak-anak pengemis, ia bukan saja tidak bersedekah, bahkan berpesan pada orang-orang untuk tidak memberikan uang pada merek.

 

ILUSTRASI. (Internet)

Menurutnya hanya akan menumbuhkan kebiasaan buruk, bukannya mencari pekerjaan yang halal, malah bermalas-malasan, gerombolan anak-anak pengemis itu pun membubarkan diri setelah mendengar ocehan profesor.