Erabarua.net. Adegan seperti ini adalah pengingat akan apa yang sebenarnya sangat penting dalam hidup kita semua, belas kasih terhadap sesama.

Wanita ini menemukan hati belas kasihnya muncul saat dia sedang menunggu di bandara.

“Keyakinan saya di negara ini diperbarui hari ini,” tulis pengguna Facebook Kris Parker.

“Saya harus pergi ke O’Hare untuk mengejar penerbangan pulang, ternyata saya mendapat kabar kalau pesawat saya tertunda.”

Ketika sampai ruang tunggu gerbang menuju pesawat, saya melihat semua orang menumpuk di dekat jendela sambil melihat ke luar.

Ada banyak yang menitikkan air mata.

Terlihat para Petugas Angkatan Laut berbaris diluar sebuah pesawat, di seberangnya ada barisan petugas polisi.

Parker kemudian melihat sebuah bendera tergantung dari derek, lalu dia melihat apa yang sedang dipindahkan.

Para Petugas Angkatan Laut berseragam putih itu membawa peti mati putih ke pesawat, dan dia menemukan bahwa peti mati itu membawa jenazah seorang prajurit Angkatan Laut muda yang baru gugur.

Jenazah itu akan dibawa pulang ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan pesawat yang sama yang akan dia tumpangi.

©Facebook | Kris Parker

Tidak ada satu pun penumpang pesawat itu yang mengeluh karena penerbangannya ditunda, malahan, semua orang menghormati acara yang mereka saksikan.

Saat mereka menyusuri landasan pacu, Brigade Pemadam Kebakaran Chicago memberi hormat kepada prajurit yang gugur itu dengan menyemprot pesawat dengan air mancur.

Di pesawat, para pengawal jenazah prajurit itu menghabiskan seluruh perjalanannya dengan duduk diam, bendera yang dilipat dan ditaruh di pangkuannya terus digenggam.

Ketika mereka mendarat di St. Louis, para penumpang Missouri menjadi saksi saat jenazah prajurit muda itu diturunkan ke keluarganya yang berduka, yang telah menunggu di situ.

“Sebetulnya kata memilukan, tidak memberi arti yang sesungguhnya pada apa yang kita saksikan,” kata Parker.

©Facebook | Kris Parker

“Kami juga terhenyak dengan penghormatan sejati atas hak dan kebebasan yang kami miliki serta harga yang harus kami bayar untuk hak-hak tersebut,” tulis Parker.

“Kita sebagai negara menghabiskan begitu banyak waktu untuk memperdebatkan hak, membiarkan kebencian menyalakan api konflik, kita telah melupakan orang-orang yang telah mengorbankan hidupnya yang berharga untuk kita, untuk menjaga kebebasan dan kemerdekaan kita,” katanya menambahkan, sebuah penghormatan yang layak untuk seorang prajurit muda yang gugur.

Postingan Parker segera menjadi viral, yang memungkinkan ribuan orang lain merasa berbelas kasih pada sesama kita, terutama mereka yang memberikan hidupnya untuk membantu menjaga negara kita agar tetap aman. (anggi/rp)

Share

Video Popular