Erabaru.net. Setelah kepergian kakeknya, wanita ini menemukan penghiburan di benak kedua putranya yang sangat menghormati kakek buyut mereka dengan hadiah yang luar biasa, dan dengan cara yang paling menawan.

Kakek Lindsay Marcy, bernama Jim Gish (96) dirawat di rumah sakit akibat penyakitnya, dan ia harus menjalani pengobatan yang melelahkan.

Saat kondisi Gish sudah pulih, dia mengajukan permintaan yang sangat sederhana.

Gish bertanya pada Marcy, “Sudahkah mereka memberi saya kesempatan untuk bermain?”

Karena merasa tak ingin menolak permintaan kakeknya, Marcy pun berkata, “Apakah Anda merasa kondisi Anda telah membaik untuk bermain?”

Facebook | Lindsay Marcy.

“Ya, apakah dokter memberi saya izin untuk bermain?” kata Gish.

“Anda mau memainkan apa?” Tanya Marcy.

“Lindsay, saya ingin bermain bola dengan anak laki-lakimu,” kata Gish, dengan nada agak kesal.

Gish ingin bermain dengan cicitnya, Chase dan Travis.

“Dia ingin bermain dengan kedua putra saya. Mereka berusia 11 dan 8 tahun. Mendengar hal ini, saya hanya bisa tersenyum sambil menahan air mata dan berkata, ‘Tentu saja, Anda bisa bermain dengan mereka,'” tulis Marcy, di sebuah postingan yang dibagikan ke halaman Facebook Love Who Matters.

Facebook | Lindsay Marcy.

Seperti yang dilaporkan HuffPost , Gish sangat senang ketika menyaksikan cicitnya bermain bisbol.

Sebelum mendiang istrinya, Mary, meninggal karena menderita kanker pada tahun 2012, Gish dan Mary sering menghadiri semua pertandingan bisbol cicit laki-laki mereka.

“Sejak anak saya ikut pertandingan bisbol untuk pertama kalinya, mereka selalu mendukung cicit-cicitnya dengan menonton pertandingan yang mereka ikuti. Bahkan mereka tidak pernah melewatkan seluruh pertandingan, walaupun nenek saya telah diagnosis menderita kanker,” kata Marcy pada HuffPost.

Facebook | Lindsay Marcy.

Gish meninggal seminggu setelah keinginannya untuk bisa bermain dengan Chase dan Travis terpenuhi.

Mereka pun memutuskan untuk menghormati kakek buyut mereka dengan cara yang spesial.

Ketika Gish dikremasi pada pagi hari 29 Agustus, Chase dan Travis menandatangani sebuah bola bisbol, dimana itu menjadi simbol bahwa mereka telah menghabiskan waktu bersama.

Mereka menuliskan, “Ayo bermain lagi, Kek. Yang tercinta, Chase dan Trav,” di atas bola bisbol tersebut.

Setelah itu, mereka meletakkan bola bisbol itu ke dalam peti mati kakek buyut mereka.

“Putra sulung saya adalah cicit pertamanya dan, seperti saya, ia berhasil memiliki ikatan yang kuat dengan kakek dan nenek saya,” kata Marcy.

Facebook | Lindsay Marcy.

Kedua anak laki-laki tersebut memberikan penghargaan mereka kepada sang kakek dengan cara mereka sendiri, dan atas kemauan mereka sendiri.

Marcy terkesan dengan betapa bijaknya dan manisnya sikap anak-anaknya itu.

“Setelah dirundung kesedihan yang mendalam, rasanya saya kembali bisa menghirup udara segar saat melihat mereka ingin menghormatinya dengan cara yang bijaksana,” kata Marcy.

“Saya sangat bangga dengan anak laki-laki saya.”

Kisah yang menghangatkan hati dari Marcy ini telah menerima lebih dari 13.000 reaksi di Facebook.

Banyak warganet yang tersentuh saat membaca isyarat cinta Chase dan Trav kepada kakek mereka.

“Kalian benar-benar luar biasa karena mampu melakukan sesuatu yang begitu menyentuh. Ibu kalian telah membesarkan kalian dengan sangat baik,” tulis salah satu pengguna Facebook.

“Bola yang ditandatangani oleh Babe Ruth tidak adanya harganya jika dibandingkan dengan bola bisbol ini,” tulis warganet lain. (intan/rp)

Share

Video Popular