Erabaru.net. Orangutan berusia 3 tahun ini baru dibebaskan dari sebuah peti yang terbuat kayu oleh tim penyelamat hewa di Kalimantan, setelah dia ditemukan oleh penduduk setempat dua minggu sebelumnya.

Penduduk desa berkumpul untuk menyaksikan tim penyelamat melakukan pembebasan bayi orangutan yang ketakutan itu sebelum melepaskannya ke habitatnya.

Anak orangutan itu ditemukan oleh seorang petani setempat di Kalimantan, tepatnya di dekat perkebunan kelapa sawit.

Diketahui bahwa industri kelapa sawit menjadi salah satu penyebab hilangnya habitat hewan, perubahan iklim, dan penurunan populasi hewan secara tajam di banyak wilayah.

Petani tersebut menamai anak orangutan tersebut dengan nama Isin, dan membangun sebuah kandang kayu untuk menyimpannya sementara waktu.

Ibu orangutan itu tidak bisa ditemukan, dan dia tidak tahu apa yang telah terjadi padanya.

(Foto: YouTube Screenshot | International Animal Rescue)

Setelah dua minggu menemukan Isin, pria itu memanggil pihak berwajib. Anak orangutan itu jelas kebingungan saat tim penyelamat tiba.

Bayi orangutan itu telah membentuk ikatan yang sangat kuat dengan ibunya dan sangat bergantung pada induknya selama dua tahun pertama masa kanak-kanak.

Saat masih muda, orangutan biasanya tinggal dengan induk mereka selama enam tahun atau lebih.

Bayangkan betapa mengerikannya bayi malang ini telah kehilangan induknya saat ia masih membutuhkan perhatiannya!

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

Lis Key, staf humas dari organisasi Penyelamatan Satwa Internasional (IAR), mengatakan kepada The Dodo bahwa mereka yakin ibu Isin bisa saja dibunuh oleh penduduk desa, yang menganggap orangutan sebagai ancaman, dan kemungkinan Isin telah menyaksikan kematian ibunya.

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

Key mengatakan, “Ada banyak contoh di masa lalu, di mana orang bereaksi keras terhadap orangutan liar. Oleh karena itu, sangat penting bagi tim kami untuk mendidik masyarakat dan mengajarkan cara alternatif untuk mengatasi jikalau ada hewan liar yang sewaktu-waktu datang ke pemukiman penduduk.”

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

“Menyaksikan langsung pembantaian ibunya yang kejam pastilah menimbulkan dampak traumatis bagi bayi orangutan ini, apalagi ia masih muda dan sangat membutuhkan perhatian indukya. Ia juga harus ditempatkan di lingkungan yang benar-benar asing baginya, yang penuh dengan pemandangan dan suara yang benar-benar aneh dan menakutkan,” kata Key.

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

Setelah mereka membongkar kandang itu, Key berkata, “Tidak ada yang bisa dimengerti oleh Isin kecil, karena baginya ini semua tampak begitu bingung dan ketakutan saat ia dilepas dari peti tempat dia dikurung.”

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

Akhirnya, Isin dibebaskan. Dia diberi obat penenang untuk membantunya tetap tenang, lalu mereka memberinya tempat tidur di dalam peti pengangkut.

Warga desa dididik tentang perlindungan satwa liar dan mengatakan bahwa menjaga orangutan sebagai hewan peliharaan termasuk tindakan kejahatan.

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

Isin dibawa kembali ke pusat rehabilitasi IAR, di mana dia ditempatkan dengan 100 orangutan lain yang sama-sama berada dalam perawatan mereka.

(Foto Facebook | International Animal Rescue )

“Tim kami akan meluangkan waktu untuk memastikan kondisinya bisa kembali pulih dan sehat selama ia dikarantina. Kemudian dia akan memasuki program rehabilitasi di tempat kami, ” tambah Key.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular