Erabaru.net. Hampir 50 tahun yang lalu, seorang ilmuwan Amerika menemukan fosil yang membingungkan, dimana ada jejak manusia yang tercetak jelas di atasnya.

Apa yang aneh dengan fosil itu? Nah, ternyata fosil itu adalah fosil trilobite, organisme laut yang menempati dasar laut selama lebih dari 270 juta tahun sebelum akhirnya menghilang sekitar 250 juta tahun silam.

Seolah-olah lelucon “kasar” sedang dimainkan pada sejarawan – bagaimana mungkin ada manusia yang hidup jutaan tahun silam?

(Foto : YouTube | The Most Valuable Artifact)

Jutaan tahun yang lalu, seorang manusia diduga telah menginjak trilobita saat dia berjalan-jalan. Manusia itu berhenti di tengah jalan untuk mengorek makhluk oval dan keras itu, sebelum melanjutkan perjalanannya.

Sedikit dia menyadari bahwa jejak kakinya akan diabadikan pada tubuh trilobite yang tertindih!

Jutaan tahun kemudian, dan pada bulan Juni 1968, fosil trilobite dengan jejak manusia ini ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Amerika bernama William J. Meister saat ia tengah melakukan ekspedisi berburu fosil di Antelope Spring, 43 mil sebelah barat Delta, Utah.

(Foto : Commons.Wikipedia)

Ketika Meister memecah lempengan batu setinggi selebar 60 cm dengan palunya, batu itu pecah, memperlihatkan fosil sepanjang 26 cm dan jejak kaki manusia dengan lebar 8,9 cm pada tubuh trilobite yang hancur.

Jejak manusia itu jelas tercetak pada fosil memiliki lebar kaki seukuran dengan sepatu manusia yang berukuran 13. Melvin. A. Cook, seorang profesor metalurgi di University of Utah, memutuskan bahwa cetakan jejak manusia pada fosil itu adalah asli.

“Sangat jelas jejak ini bukan merupakan hasil ukiran apa pun, karena sampai ditemukan Meister, fosil itu tertutup oleh bebatuan di atasnya,” kata Dr. Cook.

(Foto : Internet)
(Foto : Commons.Wikipedia)

Menurut ilmuwan evolusioner, manusia diyakini telah muncul 1-2 juta tahun yang lalu. Tapi jejak kaki ditemukan tidak lebih dari beberapa ribu tahun silam.

Bagaimana mungkin seorang manusia pengembara yang memakai sepatu bisa menindihi organisme yang telah lenyap jutaan tahun yang lalu?

Jika kita setuju untuk menegakkan “konsep mainstream” peradaban manusia, kita dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa kisah tentang manusia yang menginjak trilobita hanyalah sebuah fantasi belaka. Namun, Meister bukan satu-satunya orang yang menemukan fosil dengan cetakan jejak manusia seperti ini.

Pada tahun 1997, seorang guru sekolah menemukan sebuah fosil yang memiliki cetakan jejak kaki manusia yang berukuran sekitar 25 cm di Red Mountain, di Kota Urumqi, Tiongkok.

Sebuah fosil ikan cod yang hidup pada zaman prasejarah, yang memiliki panjang sekitar 12,5 cm, terlihat jelas di bagian tumit kaki manusia.

Para ilmuwan memeriksa fosil ikan cod dan menemukan bahwa fosil ini telah berumur 200 juta tahun.

Sebuah cetakan jejak kaki manusia berukuran 25 cm ditemukan pada fosil ikan cod.
(Foto : The-fringe.com)

Sebelumnya pada 25 Januari 1927, ahli geologi amatir bernama Albert E. Knapp menemukan “tanda tumit” yang luar biasa yang diawetkan dengani batu kapur Trias, tertanggal 225 juta tahun yang lalu.

Knapp melihat fosil di antara bebatuan saat ia menuruni bukit kecil di Fisher Canyon, Pershing County, Nevada.

Jejak “tumit” yang luar biasa ini diawetkan dengan batu kapur Trias. (Foto : YouTube Screenshot | Mystery History)

Batu itu kemudian diperiksa oleh ahli geologi di Rockefeller Foundation. Bentuk kristal dari sulfida merkuri yang dikumpulkan dari fosil “jejak hak sepatu” ini menegaskan bahwa batuan tersebut tidak diragukan lagi adalah batu kapur pada periode Trias.

Anehnya, mikrophotograf menunjukkan bahwa cetakan jejak kaki manusia satu-satunya yang berusia tua itu telah menggunakan sepatu kulit bagus yang dijahit dengan jahitan ganda.

Lekukan benang terlihat jelas. Temuan ini membingungkan para peneliti karena jahitan ganda yang dilakukan dengan benang halus tersebut belum diimplementasikan oleh pembuat sepatu pada tahun 1927.

(Foto : YouTube Screenshot | Mystery History)

“Apa yang menjadi teori Darwin mungkin bisa menjadi bukti bahwa ada manusia cerdas di bumi jutaan tahun sebelum kera berevolusi menjadi manusia?” kata Samuel Hubbard, kurator arkeologi Museum Oakland di California.

Penemuan-penemuan pemikiran yang menggulingkan teori evolusi Darwin dan menentang sejarah peradaban manusia dengan berani menunjukkan bahwa ada periode lain yang telah memiliki peradaban maju sebelum peradaban manusia saat ini.(intan/yant)

Sumber: ntd.tv

Share

Video Popular