Erabaru.net. Kisah ini terjadi di sebuah desa kecil di bagian Tenggara.

Titin adalah wanita yang malang, tidak lama setelah melahirkan anak laki-laki bernama Dimas, suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.

Sejak itu, tinggal Titin dan Dimas, anak semata wayangnya, mereka melalui hari-harinya dengan susah payah.

Karena Titin tidak menjalani perawatan pasca melahirkan, sehingga muncullah akar penyakit pada dirinya.

Setiap melakukan banyak pekerjaan, sekujur badannya selalu sakit, dan untuk itu ia selalu harus minum obat untuk mengatasinya.

ILUSTRASI. (Internet)

Hari demi hari berlalu, entah sudah berapa banyak derita yang dialami Titin, hingga akhirnya Dimas pun tumbuh besar.

Saat Dimas berusia 20 tahun, Titin yang mengalami kelelahan jangka panjang akhirnya ambruk.

Dimas segera membawa ibunya ke rumah sakit, dan setelah upaya penyelamatan yang mendebarkan, akhirnya Titin lolos dari maut, namun, ia sudah tidak dapat berbicara lagi.

Sementara itu, tabungan di rumah pun sudah habis, dan meninggalkan banyak hutang!

Dokter berkata Dimas, bahwa ibunya harus bergantung pada obat-obatan untuk menjaga fisiknya.

ILUSTRASI. (Internet)

Dimas pun menjadi cemas, karena sisa tabungan di rumah sudah tidak seberapa lagi.

Sampai pada akhirnya, ia pun mendapat ide dan berkata pada ibunya, “Bu, tabungan kita sudah habis, sementara penyakit ibu tidak boleh ditunda. Aku dengar di luar bisa menghasilkan cukup banyak uang, aku ingin mencobanya. Aku pasti akan bekerja keras, dan akan segera kukirim ke ibu begitu dapat uang, kalau sempat aku pasti akan pulang menjenguk ibu. Sekarang ibu terpaksa harus tinggal sendirian di rumah tanpa Dimas, ibu jaga diri baik-baik ya!”

Titin hanya mengiyakan dengan menganggukan kepalanya pada Dimas.

Share

Video Popular