Erabaru.net. Memutuskan untuk mengikuti perlombaan marathon Boston dengan dua kaki kokoh sudah menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang cukup tangguh.

Apalagi jika salah satu pesertanya kehilangan kaki. Tapi tentara veteran ini benar-benar seseorang yang sangat istimewa.

Mantan Staf Angkatan Darat bernama Sersan Earl Granville, yang memiliki kaki palsu, tidak hanya berkompetisi di Marathon Boston, tapi juga menggendong seorang wanita melintasi garis finish.

Pembimbing Granville, Andi Piscopo, yang telah berlari di banyak balapan menemaninya pada lomba marathon kali ini, terutama untuk mengetes kondisi kesehatan Granville secara medis.

Ia pun ikut terkejut ketika, dia menghampirinya dan menggendongnya, 50 kaki sebelum mereka berdua melewati garis finish, bersamaan dengan bendera Amerika yang dia pegang, untuk menyelesaikan lomba itu.

©Facebook | Earl Granville

“Ini benar-benar momen yang mengejutkan bagi saya. Pada jarak sekitar 50 kaki dari garis finish, saya mengatakan kepada Andi, biar saya menggendong Anda, dan saya pun menghampirinya dan kami melewati garis finish bersama-sama,” kata Earl Granville kepada CBS Boston.

“Banyak yang menyebut saya dengan panggilan Energi Boston, atau Kekuatan Boston. Saya menangis tersedu-sedu. Itu tidak bisa dipercaya,” kata Granville.

Ia pun menambahkan, “Saya hanya merasa harus terus berjalan, dan hanya itu.”

WCVB memposting sebuah video tentang perjuangan mereka sampai garis finish ke Facebook, dan telah dilihat oleh jutaan orang.

“Tidak pernah saya pikir hal ini mampu memacu dan memikat hati banyak orang,” katanya.

©Facebook | Earl Granville

“Untuk melihatnya sampai ke garis finish, itu membuat saya ingin berbuat lebih banyak,” kata Piscopo.

“Dia menginspirasi saya untuk menjadi orang yang lebih baik.”

©Facebook | Earl Granville

Sembilan tahun yang lalu, Granville adalah bagian dari Tentara Garda Nasional Pennsylvania, saat sebuah bom meledak dan membuat kakinya harus diamputasi, begitu juga yang dialami dua teman dekatnya.

©Facebook | Earl Granville

Beberapa tahun kemudian, saudara kembarnya, yang juga merupakan seorang tentara, memutuskan untuk bunuh diri.

Share

Video Popular