Erabaru.net. Chen Xing, seorang warga desa yang berusia 48 tahun ini kehilangan sepasang tangannya sejak kecil.

Meski tidak memiliki sepasang tangan lagi, namun berkat upaya kerasnya tanpa kenal lelah, bukan saja berhasil melatih suatu ketrampilan untuk mencari nafkah, tapi ia juga mampu merawat dengan baik ibunya yang sudah senja.

Semasa kanak-kanak, Chen Xing tumbuh dalam sebuah keluarga yang bahagia, orang tuanya baik dan rajin bekerja, ia memiliki seorang saudara laki-laki dan dua saudara perempuan.

Sekeluarga hidup rukun dan harmonis ketika itu.

Saat berusia 7 tahan, Chen Xing tiba-tiba tersengat listrik ketika sedang bermain di pematang sawah.

Akibat sengatan listrik tegangan tinggi, menyebabkannya harus menjalani proses amputasi dan sejak itu kehilangan kedua lengannya.

Saat usianya menginjak 14 tahun, ia pun mulai menggembala sapi, kambing untuk mengurangi beban keluarga, semua pekerjaan keras dilakukannya tanpa mengeluh sedikit pun.

Di usia 20 tahun, ia melihat ibunya setiap hari harus bekerja keras dengan susah payah.

Internet

Sesampainya di rumah, juga tidak bisa menikmati makanan yang sudah siap sedia. Karena itulah sejak itu, ia mulai melatih ketrampilan jari kakinya untuk mengerjakan sesuatu.

Sekarang, Chen Xing berusia 48, sementara ibunya telah menginjak usia 91 tahun.

Kemampuannya bekerja tidak kalah dengan orang-orang normal. Kini, beban yang harus dipikulnya semakin berat dari sebelumnya.

 

Internet

Ia menjadi tulang punggung ibunya dan semangatnya untuk bertahan hidup sangatlah kuat.

Beberapa tahun lalu, ada penduduk setempat yang menceritakan kepada Chen Xing bahwa banyak pengemis dan orang-orang cacat di stasiun kereta kota untuk mengemis.

Dia menyarankan Chen Xing lebih baik mengemis di sana.

Saat mendengar saran itu, Xing marah luar biasa, ia menghardik orang itu dan berkata, “Meski tidak punya sepasang tangan, tapi saya masih memiliki kaki yang sehat, dan saya tidak akan pernah mencari nafkah dengan cara mengemis.”

Ia Chen Xing tak pernah bermalam di luar, karena ia khawatir tidak ada yang merawat dan menjaga ibunya, apalagi usia ibunya juga semakin senja.

Internet

Ia juga mengatakan bahwa selama bertahun-tahun ia bertani dan beternak, uang yang dihasilkan juga cukup untuk biaya hidup sehari-hari mereka berdua.

Selain beternak sapi dan domba untuk menambah penghasilan keluarga, ia juga memelihara 4 ekor ayam betina, agar ibunya bisa menikmati telurnya.

Share

Video Popular