Erabaru.net. Memikirkan orang lain terlebih dahulu adalah salah satu hal paling kuat dan paling mampu mengubah hidup, yang bisa kita lakukan.

Ada orang-orang di sekitar kita yang mengalami penderitaan dalam bentuknya sendiri-sendiri.

Dan sementara satu orang tidak dapat membantu mereka semua, ibu dan anak ini telah berusaha untuk melakukan suatu perbuatan baik – yang mungkin tampak seperti hal kecil, namun dampaknya sangat besar.

Tara Routzong dan anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun, Landon, sedang ingin makan, jadi mereka memutuskan untuk memesan makanan lewat drive-thru restoran “Chik-fil-A” di Troy, Alabama.

Saat sedang menunggu untuk memesan, mereka melihat mobil di depan memiliki plat nomor wilayah Florida.

Facebook | Tararoutzong.

Karena jalan raya di depan restoran itu juga adalah rute evakuasi untuk orang-orang yang menyelamatkan diri dari Badai Irma, Tara dan Landon merasa bahwa mobil itu mungkin saja membawa para pengungsi.

“Saya tidak ingin mereka menghabiskan uang untuk makanan, karena mereka sedang berusaha menyelamatkan diri dari badai,” kata Landon.

“Saya merasa harus membantu,” tambahnya, seperti dilansir ABC News.

Jadi, begitu saja, Tara langsung memutuskan untuk membantu. Menyadari bahwa mereka harus bertindak cepat untuk membayar, dia memberi tahu anaknya, “Ini kartu debit saya. Lari! “

Dan anaknya langsung berlari.

 

Facebook | Tararoutzong.

“Dia naik ke jendela dan bertanya pada pria di mobil apakah tidak keberatan jika dia yang membayar makanannya,” kenang Tara.

Pria itu berkata ya dan berterima kasih padanya, kemudian menjabat tangannya.”

“Saya benar-benar bangga padanya karena melakukan itu,” katanya, terutama karena Landon biasanya pemalu.

Ternyata memang benar itu adalah mobil para pengungsi yang menyelamatkan diri dari badai, kemudian pria itu juga berterima kasih pada Tara atas kebaikannya.

Dia juga mengatakan bahwa apa yang telah mereka terima adalah sangat berarti karena saat mengungsi ini, segalanya serba sulit.

Facebook | Tararoutzong.

“Saya katakan kepadanya bahwa kami berharap dia bisa kembali ke rumahnya dengan selamat, dan bahwa kami akan selalu mendoakannya,” tulisnya di Facebook.

“Landon dan saya sama-sama terharu sampai menangis setelah mengetahui betapa pria itu sangat menghargai apa yang telah kami lakukan.”

“Saya sering merasa seolah saya ini adalah orang yang gagal, karena saya tidak dapat melakukan semuanya. Sepanjang waktu ketika kemudian hal-hal seperti ini terjadi, saya lalu berpikir bahwa saya tidak perlu merasa sebagai orang yang gagal,” kata Tara berbagi.

“Pekerjaan saya yang paling penting akan selesai dengan baik.”

Seringkali hal-hal kecil itu justru bisa jadi sangat berarti. (intan/rp)

Facebook | Tararoutzong.

Sumber: www.ntd.tv

Share

Video Popular