Erabaru.net. Pemulung bernama Zhang ini hanya mendapatkan Rp. 30.000 sehari.

Tapi menghabiskan Rp. 300 ribu untuk menyelamatkan anak anjing yang luka parah di sekujur tubuhnya. Sejak itu, mereka pun hidup bersama.

Setelah lelah sepanjang hari, Zhang memandikan anak anjing yang kini tinggal bersamanya.

Cinta kasih tidak memandang kaya dan miskin,
Sampah, meski pun kotor,
Tapi nurani adalah sebidang tanah yang murni.

Namun, di sekitar kita, seringkali mendengar ada yang mencampakkan anjing tak bertuan yang berkeliaran.

“Anjing liar dari mana sih, pergi kau.”

“Kotor banget sih, sana pergi.”

“Jangan sentuh anak-anak kucing dan anjing itu, nanti tertular penyakit.”

Malangnya, banyak anak-anak kucing atau anjing yang baru menghirup udara dunia terpaksa mengembara, dan pergi selamanya sebelum sempat merasakan kehangatan.

Seekor anjing liar menatap teman sekaumnya yang ditemani keluarga (manusia).

ILUSTRASI. (Internet)

Dan dia sebenarnya juga ingin sekali memiliki rumah/keluarga (manusia) yang mengadopsinya.

Seekor kucing liar tampak sedang memainkan bola kelereng yang dibuang.

ILUSTRASI. (Internet)

Sekilas mereka memang terlihat kotor, tapi sebenarnya mereka juga sangat lucu dan menggemaskan.Serangkaian foto anjing liar saat sebelum dan sesudah diadopsi ini diabadikan oleh seseorang dari berbagai tempat dan suasana.

ILUSTRASI. (Internet)
ILUSTRASI. (Internet)
ILUSTRASI. (Internet)

Mereka juga sangat lucu dan jinak, tapi terkadang mereka dilukai dan disiksa manusia, namun, mereka tetap memilih untuk percaya.

ILUSTRASI. (Internet)

Seekor anak kucing yang tidak tahu induknya telah tiada.
Setiap hari ia yang makan tulang belulang.
sementara dagingnya diletakkan ke mulut induknya dan menjaganya.

Share

Video Popular