Erabaru.net. Susi tak pernah melihat ayah-ibunya. Ia dibesarkan oleh kakak laki-laki dan ipar perempuannya. Meski secara status ia seorang anak yatim, tapi ia tumbuh dalam curahan kasih sayang ibu.

Kakak iparnya bagaikan seorang ibu pengganti yang merawatnya, mencurahkan segenap perhatiannya dengan kasih sayang.

Ilustrasi.

Masih hangat dalam ingatan Susi, suatu hari hujan lebat, tiba-tiba saja Susi demam tinggi, saat itu kakak iparnya langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, setelah Susi sembuh, kakak iparnya lalu jatuh sakit.

Susi pun sudah tumbuh dewasa, dan berhasil menyelesaikan studinya. Bersamaan dengan itu, usianya juga sudah pantas untuk menikah, dan hubungan cintanya dengan Hansen kekasihnya juga berjalan lancar.

Hansen dan Susi berencana tunangan, tapi kakak iparnya tidak setuju dengan rencana itu, meski dibujuk oleh Susi dan kakak laki-lakinya.

Karena masalah itu, Susi pun bertengkar hebat dengan kakak iparnya, bahkan ia ditampar. Susi pun emosi dan kesal lalu pergi dari rumah dan tinggal di tempat lain.

Sebelum pergi, kakak iparnya mengingatkan pada Susi : “Jangan kembali lagi kalau sudah pergi dari rumah ini.”

Susi hanya diam dan langsung pergi tanpa menoleh lagi.

Ilustrasi.

Tiga tahun kemudian, Susi dan Hansen menikah.

Pada hari pernikahan itu, Susi tampak cantik mengenakan gaun pengantin yang membalut tubuh langsingnya, ia berdiri di luar auditorium untuk menerima tamu undangan, dan membalas dengan senyum sebagai tanda terima kasih atas ucapan selamat dari setiap tamunya.

Tapi itu bukan tujuan utama Susi, melainkan demi menunggu seseorang-kakak iparnya.

Tak lama kemudian, kakak laki-lakinya pun datang, tapi hanya dia sendiri.

Susi pun bertanya dengan cemas : “Kakak ipar mana kak ?”

Ilustrasi.

Kakaknya tampak diam tidak berbicara, Susi pun menyadari kalau kakak iparnya tidak akan datang, lalu berjalan ke auditorium dan mulai melangsungkan akad nikah.

Sepanjang proses pernikahan itu, penampilan Susi tampak kaku dan terkesan tidak alami, karena yang paling diharapkan dalam pernikahannya itu adalah restu dari kakak iparnya, karena anak perempuan mana yang tidak menginginkan do’a restu ibu dalam pernikahannya ?

Upacara pernikahan pun berakhir, tidak ada lagi tamu yang datang.

Dengan kecewa Susi berjalan keluar auditorium, setiba di pintu, seorang pelayan memberikan sepucuk surat pada Susi, katanya dari seorang wanita.

Susi segera membuka surat itu, dan tertulis dengan jelas :

“Susi, sejak kecil sampai dewasa, aku selalu memanjakanmu. Kamu tahu kenapa aku bersikeras menentang pernikahan kalian.

“Karena, aku ingin agar pria yang menikahimu itu tahu, kalau kamu saja bisa melawan kakak ipar yang paling menyayangimu itu demi dia, dari sini jelas bisa dilihat betapa sudah bulat tekadmu itu dan juga membuktikan betapa kamu mencintainya, denan begitu, dia baru akan lebih menghargaimu.

“Akhir kata, dengan tulus kakak ipar ucapkan selamat berbahagia untuk kalian.”

Setelah membaca surat itu, Susi segera menemui kakaknya, dan bertanya mengapa kakak ipar tidak datang dalam pernikahannya.

Sambil meneteskan air mata, kakaknya berkata : “Kakak iparmu sebenarnya sudah meninggal tiga tahun lalu. Ketika itu, dia menderita penyakit akut, menyuruhku merahasiakannya darimu, karena takut mempengaruhi pekerjaanmu.

Karena itulah, saat itu dia melakukan segala cara untuk mengusirmu. Semua itu dia lakukan demi kebahagianmu dengan Hansen, pacarmu yang sekarang telah menjadi suamimu. Dia bilang tidak ingin mengacaukan kebahagianmu.”

Ilustrasi.

Susi pun memangis terisak setelah mendengar cerita kakaknya. Ketika itu dia pergi dari rumah, dan selama tiga tahun tidak pernah sekali pun menghubungi kakak iparnya.

Dia sama sekali tidak menyangka, kakak iparnya telah  berbuat banyak untuknya.

Dia ingin memberikan surat itu kepada kakaknya, tapi dia pun sangat terkejut,  tiba-tiba surat dan pelayan tadi sudah lenyap.

Susi menengadahkan kepalanya ke langit dan melihat awan putih yang berarak di cakrawala bagaikan wajah kakak iparnya yang tersenyum, awan putih bersih yang menyilaukan itu tampak begitu murni seperti cinta kasih ibu.

Dan dia merasa pernikahannya telah sempurna, karena telah mendapat restu dari kakak ipar sekaligus ibunya itu.(jhn/yant)

Sumber: goodtimes.my

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular