Erabaru.net. Seorang mahasiswa kedokteran Oxford ini diamankan petugas kepolisian setelah menikam pacarnya dengan pisau roti.

Dia tersulut emosinya akibat pengaruh narkoba dan alkohol yang ia konsumsi.

Setelah hakim menunda hukumannya selama empat bulan, dia kemudian dinyatakan bahwa dia “terlalu terang” untuk diberi hukuman penjara.

Seorang mahasiswa kedokteran bernama Lavinia Woodward (24) sedang menjalani studi untuk menjadi dokter ahli bedah jantung di Universitas Oxford, namun harapannya pupus saat ia menusuk pacarnya, Thomas Fairclough, dengan pisau roti pada Mei lalu di Universitas Cambridge.

Woodward segera diamankan petugas kepolisian dan mengaku bersalah karena melakukan tindakan penusukan tersebut.

Woodward mengaku bahwa dia berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang dan alkohol pada saat itu.

Pengadilan mendengar pernyataannya bahwa dia menjadi emosional saat mengetahui Fairclough sedang menghubungi ibunya setelah ia mengetahui bahwa kekasihnya meneguk alkohol.

Woodward pun langsung meninju wajahnya, lalu melempar laptop, gelas, dan barang pecah belah lain ke arahnya, bahkan ia menusukkan pecahan kaca pada dua jari pacarnya.

Dia kemudian menusuk kakinya dengan pisau roti.

©YouTube Screenshot | Fox News

Pengadilan mendengar bahwa Woodward menjadi histeris dan mulai membalikkan pisau itu pada dirinya sendiri.

Hakim yang menangani kasus ini, Ian Pringle mengatakan bahwa dia akan mempelajari kasus ini lagi dan menunda vonis hukuman selama empat bulan.

Hakim Pringle mengatakan bahwa Woodward adalah “wanita muda yang luar biasa” sehingga memasukkannya ke dalam penjara membuat reputasi Woodward menjadi buruk.

© YouTube Screenshot | Breaking News

Woodward kembali ke vila ibunya di Milan setelah diadili di pengadilan.

Dia kemudian rupanya memecahkan kondisi jaminannya dengan mengirim permintaan maaf kepada Fairclough.

Setelah Woodward kembali ke pengadilan pada bulan September, pengacaranya, James Sturman QC, meminta agar dia diberi hukuman percobaan karena “kerentanan, penyesalan, dan karakternya yang unik.”

Sturman memohon atas nama Woodward, mengatakan bahwa dia telah mengalami “perubahan psikis” sejak keluar dari jeratan narkoba dan sekarang, ia telah menjadi “wanita yang berbeda” dari sebelumnya.

Saat tiba waktunya untuk memvonisnya, Hakim Pringle mengatakan bahwa telah ada “banyak fitur mitigasi” dalam kasus ini. Dia memberi Woodward hukuman 10 bulan penjara.


© YouTube Screenshot | InformOverload

Pejabat peradilan pidana pun mengkritik keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa hukuman keringanan yang diberikan hakim dalam kasus tersebut akan membuat orang-orang yang menjadi korban pelecehan dan penusukan tidak akan maju.

Share

Video Popular