Erabaru.net. Setelah gadis berusia 2 tahun itu didiagnosis menderita kanker agresif, ibu ini tinggal bersamanya di rumah sakit hampir setiap malam.

Ketika dia melihat bagaimana seorang perawat sedang merawat pasien kecil mereka, dia tidak bisa tidak tergerak.

Dia menceritakan perasaannya di akun Facebooknya, yang segera menjadi viral di internet.

©Facebook | Sophiethebrave

Seorang gadis kecil berusia 2 tahun bernama Shelby Skiles mulai menderita batuk kering sejak bulan Maret.

Setelah diperiksakan ke dokter, Sophie kecil didiagnosis menderita kanker limfatik.

Batuk itu disebabkan oleh tumor “seukuran bisbol” di jantungnya.

Sophie harus menjalani kemoterapi untuk melawan limfoma limfoblastik sel T, salah satu bentuk kanker yang agresif.

©Facebook | Sophiethebrave

Skiles (28) menghabiskan hampir setiap malamnya di rumah sakit sejak Mei lalu.

Tinggal di sana dan melihat bagaimana para perawat merawat anaknya, hati Skiles menjadi sangat tersentuh.

Dia lalu membuat sebuah postingan di Facebooknya untuk menceritakan tentang kebaikan yang dilakukan para perawat.

Postingan itu telah menerima likes atau suka lebih dari 53.000 orang dan dibagikan lebih dari 27.000 kali sejak diposting awal bulan ini.

©Facebook | Sophiethebrave

“Saya 150 persen terkejut dengan banyaknya perhatian yang saya dapatkan dari postingan ini,” kata Shelby kepada MailOnline.

“Anda bisa mengatakannya dua kali, bahkan beberapa kali bahwa para perawat ini mencintai semua pasien anak-anak yang dirawat disini, termasuk anak saya.

“Luar biasa melihat masih ada orang yang tak mementingkan hidup mereka sendiri dan lebih memilik untuk merawat anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuannya. Dan mereka juga merawat pasien orang tua.”

©Facebook | Sophiethebrave

“Semua hal yang saya lihat pada diri mereka untuk kita dan untuk orang lain adalah suatu hal yang sangat mulia,” tulis Skiles di posting Facebook.

“Seperti perawat yang duduk di lantai bersama saya yang panik saat mendapatkan hasil diagnosis anak saya.

“Saya melihat semua gelang karet di lengannya dan melilitkan stetoskop pada lehernya, masing-masing hanya untuk menolong anak yang Anda sayangi dan cintai.

“Saya melihat Anda membelai kepala botaknya yang kecil dan menyelipkan selimutnya ke tubuhnya agar ia tak kedinginan. Saya melihat Anda selalu memegang tangan ibu yang menangis saat ia mendapat kabar buruk.

“Saya melihat Anda mencoba membuat grafik di komputer sambil memegang bayi yang ibunya tidak bisa mendampinginya.”

Postingan yang viral tersebut pun menyentuh para perawat yang merawat Sophie di Pusat Kesehatan Anak-anak di Dallas.

“Saya sangat bersyukur bahwa dia melakukan itu,” kata Susan McCollom, manajer klinis di Pusat Kanker dan Gangguan Darah Pauline Allen Gill, yang telah membantu merawat Sophie.

“Tugas kita memang sangat sulit, emosional, menguras tenaga fisik dan mental. Namun kami sadar, kami melakukan ini semua bukan hanya pekerjaan semata, tetapi juga sebagai sesama manusia.”

“Postingan seperti itu selalu membuat saya menangis,” tambahnya.

“Saya sangat bangga dengan tim saya, tapi tidak terkejut karena saya tahu itulah yang mereka lakukan setiap hari.” (intan/rp)

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular