Erabaru.net. Seorang pendeta Tao pulang ke desanya, di malam yang gelap, ia tiba di sebuah desa terpencil, dan di jalan setapak itu, penduduk desa datang dan pergi tanpa suara.

Ketika hendak meninggalkan desa itu, ia melihat setitik cahaya yang redup. Saat itu, seseorang yang berdiri di sampingnya berkata, “Orang buta itu berjalan ke sini.”

Pendeta Tao itu bingung. Orang yang sepasang matanya tidak bisa melihat, tidak memiliki konsep siang dan malam, dia tidak dapat melihat bunga bersemi dan layu, tidak dapat melihat gunung-gunung dan aliran sungai, tidak dapat melihat wujud benda di dunia, bahkan tidak tahu seperti apa wujud dari cahaya itu, tapi mengapa dia membawa lentera, bukankah membingungkan dan konyol?

Cahaya lentera itu semakin dekat. Temaran lampu kuning dan redup itu perlahan-lahan menerangi sandal pendeta Tao.

Kemudian pendeta Tao bertanya : “Maaf, apa benar mata kakek tidak bisa melihat ?”

“Ya, sejak menginjakkan kaki ke dunia ini, saya sudah buta,”jawab si kakek.

Pendeta Tao bertanya lagi : “Kalau memang kakek tidak bisa melihat apa pun, lalu kenapa kakek membawa lentera ?”

“Sekarang malam hari ya ? Saya dengar kalau tidak ada lampu penerang di malam hari, maka semua orang sama seperti saya, buta, karena itu, saya menyalakan lentera,”kata si kakek buta.

Pendeta Tao itu sepertinya mendapatkan pencerahan dan berkata : “Oh ternyata kakek membawa lentera ini untuk menerangi orang lain?”

Share

Video Popular