Erabaru.net. Para dokter telah mendiagnosis bayi laki-laki ini hanya bisa bertahan hidup dalam hitungan hari saja.

Tapi kehidupan Liam terbukti jauh lebih panjang dari diagnosis dokter.

“Saya sungguh yakin bahwa anak yang saya kandung dalam keadaan normal. Namun saat dia lahir, tiba-tiba saya menyadari bahwa dia memiliki kondisi yang sangat buruk. Ibu benar-benar menghancurkan hati saya,” kata ibu Liam, Kim Derbyshire, kepada TODAY.

Kondisi bayi Liam sangat jarang terjadi, serta sangat mematikan dan memungkinkan Liam muda untuk pergi ke alam lain untuk selamanya.

Saat tertidur, nafasnya berhenti karena ia tidak lagi mampu menghirup oksigen, sebuah kondisi yang disebabkan oleh hipoventilasi sentral.

Kondisinya sangat rumit.

TODAY News and BBC News.

Liam bersiap-siap tidur

Ini berarti ketika waktu tidur siang atau tidur malam bisa menjadi sangat berarti bagi keberlangsungan hidup Liam.

Di seluruh dunia, hanya ada 1.500 orang yang menderita penyakit serupa.

Hal ini juga disebut sebagai Kutukan Ondine yang berasal dari dongeng tentang seorang peri air bernama Ondine yang membuat kutukan pada kekasihnya yang tidak setia kepadanya.

Saat kekasihnya tertidur, dia berhasil membuatnya lupa bernafas. Akhirnya, karena kurang tidur, kekasihnya pun meninggal dunia.

Setiap hari adalah pertempuran yang aktif.

TODAY News and BBC News.

Ayah Liam, Peter, yang sedang menjelaskan kondisi anaknya.

Pikirkan berapa kali Anda bisa tidur sebentar saat naik kereta, di bis atau saat bersantai?

Namun bagi Liam dan orangtuanya, tidur menjadi hal yang paling menakutkan.

Saat hendak tidur, Liam harus mempersiapkan segala sesuatu yang berbeda dari kebanyakan orang.

Untuk menstabilkan napasnya, Liam harus menghubungkan hidungnya ke ventilator agar membantunya bernafas.

Di tenggorokannya, Liam memiliki sebuah tabung trakeotomi permanen yang dihubungkan ke ventilator di malam hari.

Ventilator adalah segalanya bagi keluarga Derbyshire. Mereka berinvestasi dalam pemeliharaan dan sistem cadangan listrik yang mungkin diperlukan.

Beruntungnya, Liam berhasil bertahan hidup hingga ia berusia 18 tahun dan merupakan bukti ketahanan dan kekuatan sejati.

Dia tidak hanya melawan kondisinya tapi juga bertempur dengan kanker ususnya.

Dengan kondisi lain yang sudah ditakdirkan pada tubuhnya, tidur adalah sesuatu yang Liam hindari, namun ia masih tetap membutuhkan tidur agar bisa bertarung melawan penyakitnya setiap hari.

Liam telah “melampaui semua harapan” dan keluarganya tidak bisa tidak bersikap bangga terhadapnya.

TODAY News and BBC News.

Saat Liam berada di kamarnya

“Setiap hari para dokter kagum dan bangga padanya. Dia telah menentang semua kemungkinan dan diagnosis para dokter. Kami sangat beruntung bahwa Liam memiliki kehidupan yang cukup lama. Kami selalu menginginkan dia memiliki kehidupan normal seperti yang bisa kami berikan kepadanya,” kata ibunya.

Melewati semua cobaan hidupnya, mulai dari melawan penyakitnya, rutin melakukan kunjungan dokter dan kehidupannya yang rumit, Liam telah berhasil memegang sikap positif dan mampu menjalani kehidupan normal.

Ketika dia masih muda dia ingin menjadi masinis kereta api dan memiliki semua “sifat normal” seperti anak lainnya.

“Dia selalu berpikiran positif pada kehidupannya, dia sungguh luar biasa. Dia terus tersenyum dan tertawa,” ujar ibunya kepada media.

Saat dia memasuki masa kedewasaan, sepertinya dia telah bertempur terlalu banyak, tapi bagi Liam, ini hanya sebuah permulaan untuk pertempuran cobaan yang lebih menantang di masa depan. (intan/rp)

Sumber: TODAY News and BBC News

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular