Erabaru.net. Pada tanggal 5 Februari 2016 lalu, pewaris baru Dinasti Wangchuck telah lahir di Kerajaan Bhutan, Asia Selatan.

Facebook: Royal Office for Media

Dia adalah anak tertua Raja Jigme Keshar Namgyel Wangchuck dan Ratu Jetsun Pema. Kelahirannya dirayakan dengan sebuah perayaan yang sangat besar, dan juga megah, seharusnya.

Facebook: Royal Office for Media

Namun Raja ini memiliki gagasan yag berbeda, dia tidak mengadakan pesta meriah dan besar-besaran, namun malah merayakannya dengan cara menanam 108.000 pohon di sebuah gunung kecil. Ribuan relawan membantu dalam perayaan tersebut. Secara sepintas, bisa dikatakan seluruh planet bumi, telah ikut dalam perayaan “hijau” itu!

 

Facebook: Royal Office for Media

Perlu dicatat bahwa, Bhutan, dianggap sebagai negara yang paling ekologis di dunia, dan merupakan negara dengan emisi karbon paling rendah. Konstitusi Bhutan mencatat bahwa, setidaknya 60% wilayahnya, harus selalu ditutupi pepohonan, dan saat ini, ada 75% wilayahnya yang benar-benar hijau!

Facebook: Royal Office for Media

Namun perayaan tersebut juga memiliki makna spiritual.

Tenzin Lekphell, direktur perusahaan swasta yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kegiatan tersebut, berkomentar:

“Dalam Buddhisme, pohon menyediakan dan memberi makan segala bentuk kehidupan, melambangkan umur panjang, kesehatan, kecantikan, dan bahkan kasih sayang. Angka 108 juga dianggap sebagai angka yang sakral.”

Luar biasa! Alih-alih menebang pohon untuk menciptakan segala jenis barang, mereka justru malah sering menanamnya di Bhutan. Itu adalah contoh yang sangat layak untuk diikuti oleh negara manapun! (Anggi/ Jul)

Sumber: facebook.com

Share

Video Popular