Erabaru.net. Terkadang hal terkecil bisa membuat perbedaan terbesar. Ketika Casey Fischer, seorang mahasiswa di Southern New Hampshire University, mulai berbicara dengan seorang tunawisma, dia pikir dia hendak melakukan perbuatan baik.

Tapi saat pria tunawisma memberikan catatan terima kasih atas kebaikannya ke tangan Fischer, dia menyadari bahwa dengan membelikannya kopi dan bagel, dia mungkin telah menyelamatkan nyawa pria ini.

Casey Fischer melihat seorang tunawisma yang sedang bernyanyi di jalan, meminta uang.

Pada tanggal 21 Mei 2015, Fischer, yang memiliki anak perempuan, memutuskan untuk menggunakan istirahat panjangnya di antara kelas-kelas kuliahnya untuk pergi ke Dunkin Donuts setempat dan membeli kopi.

Kebetulan, di luar ada seorang tunawisma. Dia bernyanyi di pinggir jalan, sambil menghitung berapa uang yang telah dia kumpulkan.

Dia baru saja mendapatkan $ 1, dan beberapa saat kemudian dia masuk ke toko untuk membeli kopi sendiri.

Kebanyakan orang mungkin akan mengabaikan pria itu, tapi tidak dengan Fischer. Sebaliknya, dia penasaran dengan kisah hidupnya dan mulai berbicara dengannya.

“Saya mulai merasa sangat terganggu dan ingin berbicara dengannya berulang kali, bahkan ketika dia tidak ingin berbicara dengan orang lain,” tulis Fischer pada sebuah postingannya di Facebook.

Karena dia hanya memiliki $ 1, Fischer memutuskan untuk membelikan pria itu secangkir kopi dan bagel agar ia mau duduk dan berbicara dengan beberapa orang lagi.

Mereka kemudian berbicara tentang hidupnya selama dua jam berikutnya.

Getty Image

Pria tunawisma, yang diketahui bernama Chris, sangat terkejut dengan kemurahan hatinya dan berkomentar betapa uniknya Fischer.

“Dia bercerita banyak tentang bagaimana orang sering mengabaikannya, apalagi karena dia seorang tunawisma,” tulis Fischer.

Tapi dia juga menceritakan hal-hal lain kepadanya tentang bagaimana narkoba mengubah dirinya menjadi “orang yang dia benci,” bagaimana ibunya meninggal karena kanker, tentang bagaimana dia tidak pernah mengenal ayahnya, dan harapan Chris agar ia bisa berubah menjadi seseorang yang bisa membuat ibunya bangga terhadapnya.

Hati Fischer tersentuh oleh Chris. Bukan hanya ceritanya, tapi juga sikapnya.

“Chris adalah salah satu orang yang paling jujur dan tulus yang pernah saya temui,” tulis Fischer dalam postingan Facebooknya.

Secara keseluruhan, mereka akhirnya berbicara sekitar dua jam, tapi akhirnya Fischer perlu kembali ke kelas.

Pria itu ingin mengucapkan terima kasih, jadi dia menuliskan sebuah catatan singkat yang diberikan secara tergesa-gesa. Saat Fischer membacanya, dia terpana.

(Facebook)

Sebelum Casey pergi, Chris memintanya untuk menunggu beberapa saat. Dia ingin menulis surat terimakasih padanya.

Mereka tidak punya kertas, jadi dia menuliskan beberapa kata di bagian belakang nota bekas yang telah kusut.

Dia kemudian menyerahkan catatannya, mengucapkan terima kasih, dan pergi.
Tapi saat Fischer membaca catatan itu, dia tercengang.

“Saya berencana untuk bunuh diri hari ini, namun karena Anda datang, saya mengurungkan niat saya itu,” tulis catatan itu.

“Terima kasih banyak, nona cantik.”

Berkat bagel, kopi, dan dua jam waktu yang ia luangkan untuknya, Fischer memberi dampak besar dalam kehidupan pria ini.

Ini adalah sesuatu yang bisa kita semua lakukan, jika kita meluangkan waktu untuk mencoba peduli terhadap sesame manusia. (intan/rp)

www.ntd.tv

Share

Video Popular