Erabaru.net. Di sebuah kota kecil, ada seorang pemulung tua. Setiap hari dia selalu berangkat pagi dan pulang malam. Dia memungut botol dan kardus bekas sebagai mata pencahariannya sehari-hari.

Hari itu pemulung itu menjual barang-barang hasil memulungnya, dan setelah menjual barang-barang itu dia pun pulang ke rumah.

Ilustrasi.

Saat melewati sebuah gang yang sepi, tiba-tiba muncul seorang pria menghadang si nenek, ia mengancam si nenek dengan menodongkan pisaunya, menyuruh si nenek menyerahkan kantong uangnya.

Si nenek terkejut dan menggenggam erat kantongnya, melihat kantong di tangan si nenek, pria itu segera merebut kantong hitam di tangan si nenek yang berisi uang.

Si nenek berusaha melawan sambil berteriak minta tolong. Orang-orang sekitar yang mendengar teriakan si nenek segera datang menolong hingga akhirnya pria tersebut berhasil dibekuk.

Saat itu, warga sekitar melihat satu jari tangan sebelah kiri nenek pemulung itu patah. Mereka pun berpikir uang di dalam kantong si nenek itu pasti banyak sampai rela jari tangannya patah demi mempertahankan kantongn uangnya.

Namun, warga pun tercengang ketika melihat uang recehan yang tidak seberapa di kantong nenek, jumlahnya tidak lebih dari 20.000 rupiah.

Share

Video Popular