Wanita Hamil Berusia 38 Tahun Ini Terkena Tiga Jenis Kanker Sekaligus, 5 Menit Terakhir Antara Hidup dan Mati, Ia Menentukan Pilihannya, Air Mata Dokter dan Perawat pun Meleleh

136
wanita hamil menderia kanker

Erabaru.net. “Yang paling berharga dalam hidup ini adalah nyawa. Jika diharuskan memilih antara anak dan saya sendiri, maka saya memilih anak.”

Ini adalah kisah yang memilukan sekaligus dan menyentuh kalbu.

Wen Qing dan suaminya sama-sama bekerja di Kota Shanghai, Tiongkok. Mereka mengundurkan diri dari pekerjaannya, karena Wen Qing yang berusia 38 tahun hamil, ini adalah kabar yang paling membahagiakan bagi pasutri yang belum memiliki anak ini.

Setelah pulang ke rumah untuk beberapa lama, Wen Qing selalu merasa badannya lemah, tidak bergairah dan tidak nafsu makan, keluarganya berpikir itu adalah reaksi semasa hamil, jadi tidak terlalu dipikirkan.

Suatu hari saat empat bulan masa kehamilan, Wen Qing tiba-tiba merasakan sakit perut.

Karena khawatir ada apa-apa dengan janin di dalam perutnya, Wen Qing dan suaminya segera ke rumah sakit daerah.

Hasil diagnosis dokter membuat Wen Qing terkejut, karena ada tumor di dalam ovariumnya, dan diduga adalah kanker ovarium.

Mengingat kondisi yang dialami Wen Qing, dokter menyarankannya segera ke Rumah Sakit Umum Pusat.

Wen Qing dan suaminya pun bergegas ke rumah sakit yang direkomendasikan.

Setelah kurang lebih satu bulan bolak balik ke rumah sakit, hasil diagnosis membuat Wen Qing dan suaminya hancur seketika.

Kanker ovarium stadium lanjut dan telah merambat ke usus dan hati, atau dengan kata lain, selain janin yang ada di dalam perut Wen Qing, selebihnya hampir semuanya merupakan tumor.

Setelah mengetahui kondisinya, Wen Qing tidak berani menangis, dia takut mempengaruhi janin di dalam perutnya.

Meskipun dia selalu mengeluh Tuhan tidak adil terhadapnya, tapi dihadapkan dengan kenyataan itu, dia tetap memilih solusi yang paling menyakitkan.

“Dokter, saya tidak siap untuk menginduksi persalinan, saya sudah menderita kanker stadium lanjut, kalaupun tidak ada anak, hidup saya juga tidak lama, karena memang kenyataannya seperti ini, biarlah saya melahirkan anak saya, tidak apa-apa saya tidak diobati, tidak minum obat, yang penting anak saya sehat,” katanya.

Wenqing tidak ingat lagi sudah berapa kali dia mengatakan hal ini pada semuanya.

Dan suaminya, ibu, mertua dan dokter yang menanganinya serta semua orang yang mendengar permintaannya ini pun tak kuasa menahan tangis.

Tiga bulan berikutnya, Wen qing bertahan melewati hari-harinya di tengah siksaan batin dengan tegar mengandalkan secercah harapan pada janin di dalam perutnya.

Setiap hari, dia berjuang melawan kematian, dan berbincang-bincang dengan anaknya di dalam perutnya.

Wen Qing berjuang dan bertahan sampai 28 minggu masa kehamilannya, karena penyumbatan usus dan asites yang parah, hidupnya akan segera berakhir.

Dokter juga telah siap untuk hari penentuan ini, di ruang operasi, Wen Qing melahirkan seorang anak laki-laki dengan operasi Caesar.

Air mata Wen Qing berlinang saat dia memeluk anak yang baru dilahirkannya, meski masih banyak yang ingin dikatakan pada anaknya, namun, pada detik itu, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Dalam 5 menit terakhir kehidupannya, Wen Qing dan anak yang dilahirkannya dengan nyawanya itu berpelukan bahagia.

Kemudian, suami Wen Qing menamai anak mereka itu “Zhang She Qing”, dan berkata kepadanya bahwa orang yang paling mencintainya di dunia ini adalah ibunya.

Kini She Qing telah berusia 3 tahun, seorang bocah laki-laki yang sehat dan ceria.

Sang ibu, meski hanya seorang wanita biasa, tapi ia adalah seorang ibu yang hebat.(jhn/yant)

 

Sumber: happytify.cc