Erabaru.net. Baru saja menutup telepon, ibu kembali menelepon lagi untuk meminta uang.

Aku punya dua adik laki-laki dan satu adik perempuan, orangtuaku kerap bertengkar semasa kanak-kanakku.

Kondisi rumah tua keluarga di kampung

Aku orang yang agak tertutup, suka membaca, dan aku hanya bisa menangis saat teraniaya.

Aku selalu cermat dan teliti dalam melakukan segala sesuatu, sehingga terkesan lambat.

Ini jugalah yang membuat aku tidak disukai ibu. Ibu lebih suka dengan karakter adikku, tidak sabaran seperti dirinya.

ILUSTRASI. (Internet)

Ayahku adalah buruh migran, biasanya baru pulang sekali saat Tahun Baru, terkadang tidak pulang kalau tidak ada uang.

Saat itu ibu sering memarahi ayah, dan aku yang selalu membantu ayah kalau ibu lagi marah-marah, karena itulah, aku benar-benar tidak bisa bersikap yang menyenangkan ibuku.

Kemiskinan hidup semasa kecil.

Ayah-ibu sama sekali tidak sanggup menghidupi 4 anak sekaligus kala itu, kami empat bersaudara sudah harus mencari nafkah sebelum sempat lulus SMP.

Sejak usia 15 tahun, aku sudah bekerja, awalnya hanya bisa menjadi pembantu, dengan gaji 400 ribu sebulan.

Biasanya ibu selalu lebih dulu mengambil gajiku tanpa menyisakan sepeserpun untukku, sampai-sampai aku tidak punya uang untuk membeli pembalut wanita.

Belakangan, aku dan adik perempuanku bekerja di pabrik, gajinya jauh lebih besar dari sebelumnya, dan sekarang ibu tidak bisa lagi mengambil gajiku, tapi ayah-ibu selalu meminta uang setiap kali menelepon.

Aku bekerja di pabrik

ILUSTRASI. (Internet)

Saat berumur 18 tahun, orang tuaku mencarikan calon seorang pria cacat mata untukku, anak dari sebuah keluarga di daerah kota yang lumayan mapan secara ekonomi.

Tapi aku menolaknya, kemudian aku pergi ke luar daerah dan belajar akuntansi secara otodidak.

Selama di tempat baru ini, aku menjalin hubungan dengan seorang teman pria yang 10 tahun lebih tua dariku.

Aku belajar akuntansi secara otodidak

Orangtuaku pikir pacarku pasti kaya raya karena seorang bos, jadi mereka setuju aku menikah dengannya.

Tapi setelah menikah, mereka baru tahu suamiku ternyata hanya seorang bos kecil, jauh dari yang mereka bayangkan.

Melihat kenyataan itu, orangtuaku agak menyesal, mereka sering mengeluh padaku dan mengatakan bahwa anak perempuan lain sudah meminta mahar yang besar tidak sepertiku.

Kalau saja saat itu aku meminta mahar yang besar, maka kedua adikku juga sudah lama menikah dari dulu!

Sebelum menikah, aku selalu hidup hemat dan mengirim uang untuk orangtuaku.

Dan sekarang kondisi ekonomi jauh lebih baik setelah menikah, aku selalu memberi mereka lebih dari 20 juta setiap tahun, ditambah lagi kiriman dari adik perempuanku.

Sementara kedua adikku lainnya sudah lebih dari dua tahun menganggur di rumah.

Sebentar-bentar bilang mau kursus ini-itu, tapi tak lama kemudian malas lagi.

Sedangkan adikku yang bungsu baru kerja beberapa bulan sudah mau beli mobil bekas.

Padahal gajinya sama sekali tidak mampu untuk biaya pengeluaran sehari-hari dan apalagi perawatan mobil, akhirnya meninggalkan utang sebesar Rp. 150 juta.

Tahun lalu, adikku bilang mau berbisnis dan membujuk ibuku, akhirnya ibu meminta aku talangin dulu Rp. 500 juta sebagai modal investasi.

Aku terpaksa memberinya karena tidak mau berdebat dengan ibu yang bersikeras dengan kehendaknya.

Aku juga pikir itu adalah berkah bagi ayah-ibu jika memang adikku benar-benar sudah berubah lebih baik.

Tapi adikku bukanlah tipe pebisnis, apalagi tidak pernah mau mendengar nasehat orang lain, akhirnya merugi.

Akhirnya, seluruh keluarga menyalahkan aku tidak seharusnya memberikan uang untuk modal bisnisnya.

Aku disalahkan karena menyebabkan adikku menjadi sangat royal dengan uang, bukannya kerja dengan sepenuh hati, tapi mau langsung menjadi bos besar.

Mereka sama sekali tidak peduli bagaimana dengan perasaanku yang kehilangan uang sebanyak itu. Singkatnya apa pun yang kulakukan selalu aku yang disalahkan.

Tahun ini, adikku menikah. Aku dan adik perempuanku patungan membangun rumah untuk pernikahannya.

Sementara adikku, dimana karena masih punya utang Rp. 150 juta, jadi sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun!

Share

Video Popular