Erabaru.net. Katie dan Josh Butler, sepasang suami istri asal Nashville ini selalu ingin memiliki keluarga besar, termasuk memiliki “13 anak”, menurut daftar keinginan Josh yang ditemukan Katie.

“Saya berasal dari keluarga yang memiliki jumnlah anggota besar,” kata Katie.

“Josh juga sangat berorientasi keluarga, dan itu membuatku tertarik padanya.”

Jadi, ketika pasangan itu siap untuk memulai keluarga kecil mereka sendiri, mereka merasa senang dan siap.

Mereka bahkan menjadwalkan kehamilannya sehingga Katie, yang merupakan seorang guru sekolah, bisa menghabiskan musim panas dengan bayi yang baru ia lahir.

“Kami benar-benar melakukan perhitungnya dengan cukup baik,” ujar Katie.

“Kami tahu kami hamil pada bulan September 2014.”

Youtube Screenshot | American Ninja Warriors.

Tapi dunia mereka berubah terbalik saat dokter menemukan bahwa bayi berusia 20 minggu mereka, yang rencana akan diberi nama Dewey, memiliki kelainan genetik langka yang sebelumnya tidak terdokumentasi, saat mereka melakukan pemeriksaan USG.

Dokter menemukan sesuatu yang menghancurkan pada bayi yang dikandung Katie saat ia melakukan pemeriksaan USG.

Youtube Screenshot | American Ninja Warriors.

“Pada bulan Januari 2015, kami ke rumah sakit untuk melakukan USG, dan mereka mengatakan kepada kami bahwa ada beberapa penebalan dibagian leher dan memiliki kaki pengkor,” jelasnya. “Itu semua diakibatkan karena kondisi genetik.”

Ketika mereka terus memantau perkembangan Dewey, dokter tidak tahu harus melakukan apa, yang mereka tahu adalah bahwa Dewey akan menjadi “bayi istimewa,” menurut The Advertiser.

Katie menjalani pemeriksaan USG mingguan dengan dokter spesialis kandungannya, namun setiap minggu hasilnya selalu sama.

Mereka mengungkapkan bahwa tangan Dewey terkatup, dan detak jantungnya sulit untuk ditemukan.

Akhirnya dokter memutuskan akan lebih baik mengoperasi Katie, pada saat usia kehamilan menginjak usia 39 minggu.

Youtube Screenshot | American Ninja Warriors.

Denyut jantung Dewey menurun dengan cepat, jadi dokter melakukan bedah darurat dan menemukan tali pusar Dewey melilit leher bayi beberapa kali.

Ini adalah cara yang sulit bagi Dewey untuk lahir ke dunia, tapi sang ibu tak membiarkan ia sendirian menghadapi cobaan hidupnya dan memeluknya beberapa saat sebelum dia dibawa ke NICU.

Namun ternyata, kondisi Dewey tak kunjung membaik.

Youtube Screenshot | American Ninja Warriors.

Dewey memang lahir dengan kaki pengkor, leher berselaput dan tebal, serta “kehilangan beberapa informasi genetik, namun beberapa diantaranya telah diduplikasi.”

Dewey juga menderita gangguan pencernaan.

“Kemudian suatu hari saat menjalani operasi perbaikan saluran pencernaan, detak jantung Dewey berubah menjadi ritme yang tidak teratur, dan menyebabkan dia meninggal di meja operasi setelah menjalani hidup selama 132 hari,” ungkap Katie.

Pasangan itu pun merasa hancur. Mereka diberitahu bahwa kondisi Dewey disebabkan karena faktor genetic, sehingga memiliki lebih banyak anak mungkin merupakan ide yang buruk.

Merasa patah hati dan hancur, Katie berharap agar ia bisa memiliki dan berbagi cinta dengan anak lain. Tapi pasangan ini tahu bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang terbaik bagi mereka dan Dewey.

Kemudian mereka kebetulan mendengar sesuatu yang cukup berarti bagi mereka.

Salah seorang perawat di Rumah Sakit Anak-anak Vanderbilt menelepon Katie dan mengatakan ada bayi yang ditinggalkan di rumah sakit itu, dan dia membutuhkan keluarga.

Dia di rawat di lantai 5, hanya satu lantai di atas ruangan dimana Dewey dirawat.

Bayi yang bernama Braxtel itu bahkan memiliki masalah medis serupa dengan Dewey, tapi Katie dan Josh tidak peduli pada kondisinya.

Share

Video Popular