Oleh: Ke Xian

Erabaru.net. “Pembesaran prostat“ merupakan sebuah penyakit yang hampir tidak dapat dihindari dalam kehidupan setiap pria, seperti halnya kulit mengeriput, adalah sebuah gejala penuaan yang tidak dapat diubah.

Ketika seorang pria memasuki usia sekitar 45 tahun, maka kemungkinan akan mulai timbul gejala-gejala pembesaran Prostat.

Pada awalnya dimulai dari kecepatan buang air kecil yang dirasakan menurun, kemudian kerap kencing, namun volumenya malahan berkurang.

Kadangkala dapat merasakan kencing kurang tuntas, disaat itu mungkin telah timbul masalah.

Mengapa dapat terjadi hal seperti itu?

Kelenjar prostat sedikit lebih besar dari kacang Kenari, ditengahnya terjepit Uretra (saluran kencing).

Seiring bertambahnya usia, maka prostat juga dapat ikut membesar.

Jika membesar hingga menekan Uretra, dapat mengakibatkan Uretra semakin menyempit, maka terjadilah berbagai macam masalah kencing.

Kaum pria dapat melalui pemeriksaan sesuai dengan daftar table yang tertera di bawah ini, untuk mengetahui apakah telah terjadi pembesaran Prostat pada diri sendiri, dan seberapa berat pembesaran itu.

ILUSTRASI. (Internet)

Berdasarkan keadaan kencing setelah sebulan yang tercatat berapa index jumlahnya, jika jumlahnya diantara 0~7, tergolong gejala ringan, jika 8~19 termasuk gejala sedang, yang gawat 20~35, adalah gejala berat.

Jika gejalanya ringan dan tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, jangan terlalu khawatir.

Ketika keadaan kencing sudah mempengaruhi kehidupan, maka di saat itu harus dilakukan terapi.

Terapi menggunakan obat pada penyakit pembesaran Prostat, bertujuan merelaksasi otot di mulut Kandung Kemih dan Uretra, supaya lancar kencingnya.

Namun kekurangannya adalah jika tidak minum obat maka tidak akan efektif, sehingga perlu mengonsumsi obat secara jangka panjang.

Jika terapi dengan obat tidak begitu bagus hasilnya, maka dapat dilakukan operasi Minimal Invasif atau perawatan bedah.

Operasi yang sering digunakan adalah kiret dengan pisau listrik atau operasi laser, melalui goresan pisau pada jaringan yang menebal untuk memperlebar Uretra dan memperingan gejala.

Banyak pria tidak mau dioperasi prostatnya. Sesungguhnya operasi prostat sekarang ini sudah tidak seberapa nyeri, cepat sembuh dan hampir tidak ada efek samping.

Kepala Urologi Rumah sakit Presbyterian Lower City New York, Peng Zhanghua mengatakan, operasi Rezum merupakan sejenis operasi Prostat terbaru, dengan menggunakan Frekuensi gelombang radio yang ditambah sejumlah kecil air panas, dimasukkan ke dalam Prostat.

“Setiap terapi hanya memerlukan 9 detik, diulangi 2 – 4 kali, seluruh proses hanya 5 menit. Pasien masih belum terasa nyeri terapi sudah selesai”.

Jika merasa risau lantaran kondisi gangguan kencing, padahal merasa canggung untuk berobat ke dokter atau tidak ingin dioperasi, sehingga tertunda penanganannya, maka kemungkinan akan timbul penyakit yang lebih berat.

Chen Chaolong, Direktur Poliklinik Pengobatan Tradisional Tiongkok Quansheng, Taiwan menjelaskan, dalam air seni terdapat banyak bakteri.

Pasien pembesaran Prostat tidak mampu membuang keluar semua air seni, selalu ada yang tertinggal di dalam Kandung Kemih, maka lama kelamaan bakteri itu mudah berkembang biak, sehingga terjadi infeksi Kandung Kemih.

Ketika air seni tertimbun lebih banyak lagi hingga sampai ke Ginjal, akan menimbulkan infeksi Ginjal, bahkan terjadi gejala keracunan dan menderita Uremia.

”Penderita pembesaran Prostat selain menjalani terapi, juga harus mengubah kebiasaan hidupnya,” Imbuh Chen.

Menghindari Duduk Terlalu Lama

Bagi otot, ketika suatu sikap/posisi tubuh berubah telah melewati 5-10 menit, otot akan menimbulkan reaksi, menunjukkan dalam posisi tersebut sudah tidak nyaman lagi.

Namun Prostat tidak mudah bereaksi, karena hubungannya dengan syaraf relatif sedikit, kecuali sudah sangat tidak nyaman baru bereaksi.

ILUSTRASI. (Internet)

Itu sebabnya apabila suatu sikap/posisi tubuh bertahan cukup lama tidak bergerak dan sirkulasi tubuh menjadi tidak lancar, hal itu akan mempercepat perkembangan pembesaran Prostat.

Jangan Menahan Kencing

Pembesaran Prastat cenderung terjadi pada usia semakin muda, ini disebabkan oleh pekerjaan orang muda zaman sekarang yang lebih sibuk, terkadang mengabaikan “masalah pribadi”nya dan sering menahan kencing.

ILUSTRASI. (Internet)

Keadaan tersebut dalam jangka panjang akan merusak Prostat, sehingga di usia muda sudah timbul masalah Prostat.

Chen menyarankan untuk tidak menahan kencing dalam jangka panjang hanya karena kesibukan kerja, hindari meninggalkan bahaya laten pada usia muda.

Empat Cara Memelihara Prostat

Share
Tag: Kategori: Headline SEHAT

Video Popular