Erabaru.net. Sepasang suami isteri yang telah menorehkan makna pernikahan yang diiringi dengan lika-liku hidup selama lebih dari 30 tahun.

Namun saat  kedua pasutri ini bertemu di kantor catatan sipil untuk mengurus akta perceraian, para petugas sempat dibuat bingung, dan baru tahu setelah memahami duduk persoalannya.

Selama lebih dari 30 tahun menikah, mereka tidak pernah berhenti bertengkar, hampir tiada hari tanpa pertikaian.

Dulu saat masih muda mereka pernah memikirkan untuk bercerai, tapi perceraian di lingkungan sosial ketika itu merupakan satu hal yang sangat sulit untuk diterima.

Ditambah lagi atas pertimbangan anak-anak, sehingga mereka pun terpaksa bertahan hingga kembali mengajukan perceraian sekarang.

Sekarang anak-anak mereka sudah besar, dan telah memiliki keluarga sendiri.

Mereka merasa tidak ada ganjalan lagi, dan tidak peduli lagi dengan pandangan orang lain.

ILUSTRASI. (Internet)

Mereka Ingin terbebas dari pernikahan yang mereka anggap tidak bahagia ini selagi masih hidup, jadi mereka sepakat untuk bercerai.

Ketika petugas terkait bertanya kepada mereka, “Apa kalian yakin tiada cinta lagi satu sama lain? Tidak dapat hidup bersama lagi, dan tetap harus mengakhiri pernikahan ini?”

Sang Isteri langsung berbicara, “Tidak ada lagi cinta di antara kami, dan itu tidak mungkin lagi. Sekarang bisa saya pastikan, saya tidak bisa lagi hidup bersama dengan meneruskan pernikahan ini bersamanya, maaf pak tua.”

Sang suami berkata, “Tidak perlu mengatakan maaf, sudah sekian tahun mengalah, kali ini saya ikuti saja apa maumu!”

Kemudian petugas mengurus proses perceraian mereka, dan saat keluar dari kantor catatan sipil, kebetulan tepat waktunya makan siang, suaminya (sekarang sudah bersatus mantan) berkata, “Kita makan siang bersama lagi ya!”

Sang (mantan) isteri menganggukkan kepala.

Di restoran, keduanya duduk berhadapan, diam seribu bahasa, suasana yang canggung itu tiba-tiba dibuyarkan oleh hidangan ayam kukus yang dibawakan pelayan.

Mantan suaminya langsung mengambil paha ayam dan diberikan kepada mantan isterinya.

“Ini untukmu, kamu paling suka paha ayam.”

Tapi mantan isterinya justeru tidak senang, “Kamu selalu begitu, selalu merasa yakin, saya tidak suka paha ayam, memangnya kamu tidak tahu ya?”

Selama bertahun-tahun, suaminya selalu begitu, padahal mantan suaminya yang suka paha ayam, tapi dia selalu memberikan yang terbaik untuk mantan isterinya.

Namun selama bertahun-tahun, mantan isterinya tak pernah bisa memahaminya, dan tentu saja, mantan suaminya juga tidak menduga mantan isterinya ternyata tidak suka paha ayam.

Saat makan siang itu, meninggalkan kesan yang dalam bagi mantan suami, dia pulang ke rumah tuanya.

Malamnya dia terus bolak-balik di ranjang tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan kata-kata mantan isterinya.

Dia  lalu menelepon mantan isterinya, mengatakan kepadanya bahwa dia tidak ingin dia pergi, berharap bisa menyelamatkan pernikahan yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Namun, mantan isteri tidak pernah mau menerima teleponnya, meski dia terus menelepon berulang kali.

ILUSTRASI. (Internet)

Sementara itu di ujung sana, mantan isterinya juga sangat sedih, bagaimana pun juga jalinan kasih mereka sudah bertahun-tahun lamanya, dan dia sendiri juga merasa berat dengan perceraian ini.

Share

Video Popular