Erabaru.net. Setiap anak punya rasa ingin tahu. Rasa penasaran buah hati Anda sudah dimanifestasikan sejak awal.

Sejak masa baru lahir, ia akan menatap dengan penasaran terhadap obyek yang terang dan berwarna cerah.

Sampai pada 5 – 6 bulan kemudian, begitu mendengar suara, dengan penasaran ia akan mencari sumber suara itu.

Ketika anak-anak sudah bisa berjalan, ia akan merasa tidak tahan dengan kesepian di kamar, dan dengan rasa ingin tahu yang kuat ia akan ke luar untuk bermain, untuk “mencari tahu sesuatu yang baru/aneh”.

“Langit akan hujan”, “Matahari terbit dan terbenam setiap hari”, “Bebek bisa berenang, sementara ayam tidak bisa” dan sebagainya.

ILUSTRASI. static.pexels.com

Dimana semua pemandangan ini akan membuatnya merasa sangat penasaran dan merasa lucu.

Karena penasarannya itu, akan membuatnya mengemukakan berbagai pertanyaan yang ganjil.

Saat hujan, ia akan bertanya, “Mengapa tante membawa payung?”

“Mengapa kakek berjenggot, sedangkan nenek tidak?”

“Mengapa ayam betina bertelur, sedangkan ayam jantan tidak” dan sebagainya.

ILUSTRASI. resources.stuff.co.nz

Pertanyaan aneh yang bertubi-tubi, sehingga membuat kita selaku orangtuanya bingung dan sulit untuk menjawabnya.

Bila sudah semakin besar, rasa ingin tahu anak-anak yang kuat, akan mendorongnya bertindak untuk mencobanya, bahkan bertindak sebagai bocah perusak.

Ia akan membuang semaunya mainan yang sudah tidak diinginkannya lagi, mengobrak-abrik seisi rumah mencari mainan yang baru.

Ketika melihat layar di televisi bisa berbicara, dan bernyanyi, ia akan mengitari sekeliling TV melihat ke sana kemari, memukul-mukul pesawat TV, berteriak kepada obyek di TV itu agar keluar dan bermain dengannya.

Melihat ibu menabur benih di tanah dan berkecambah, ia juga akan ikut menanam biji semangka ke dalam tanah, menggalinya setiap hari untuk melihat apakah sudah bertunas.

Saat melihat tukang cukur memotong rambut, ia juga akan mengambil gunting untuk mencukur bulu anjing, mencukur rambut boneka.

Semua tindakan ini dipicu oleh rasa ingin tahunya yang kuat.

Bersikap bijak terhadap rasa ingin tahu anak-anak, termasuk bersikap secara bijak atas pertanyaan yang diajukannya dan bijak terhadap perilaku atau tindakannya yang menyebabkan kerusakan akibat rasa ingin tahunya itu.

ILUSTRASI. http://dpchas.com.ua

A. Bersikap bijak atas pertanyaannya

Oleh karena rasa ingin tahunya, dengan pengetahuannya yang dangkal dan pengalaman hidup yang sederhana, mak si anak akan selalu melontarkan beberapa pertanyaan yang naïf atau bahkan pertanyaan yang menggelikan.

Share

Video Popular