Erabaru.net. Hal yang paling sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah “memilih”. Sepanjang hayat seseorang, selalu hidup dalam pilihan yang tak berujung.

Kita selalu memilih apa yang mau dibeli, mau sekolah dimana dan sekolahan yang bagaimana, mau kerja dalam bidang apa, mau hidup bersama seumur hidup dengan siapa dan beragam pilihan lainnya.

Kita tahu bahwa satu-satunya cara untuk sukses adalah dengan “bekerja keras,” tapi membuat “pilihan yang tepat” jelas lebih penting daripada bekerja keras secara membabi buta.

Ini juga merupakan kunci untuk menaklukkan hidup yang keras.

Suatu ketika ada seorang pemuda yang berharap bisa sukses, tapi selalu tidak menemukan jalannya, lalu ia memutuskan untuk bertanya kepada orang bijak.

Setelah mengetahui masalahnya, orang bijak itu memanggil tiga orang muridnya dan berkata : “Muridku, kalian bawalah dia ke gunung mencari kayu bakar.”

Mereka pun ke gunung dengan menyeberangi sungai dan melintasi lembah, kemudian setelah membelah kayu mereka pun kembali ke tempat tinggal orang bijak itu.

Saat dalam perjalanan pulang, orang bijak itu telah berdiri di depan pintu menunggu mereka.

Pemuda yang berjalan di depan tampak dipenuhi dengan keringat, napasnya tersengal-sengal dan berjalan tertatih-tertatih sambil membawa dua ikat kayu bakar.

Murid tertua berjalan di belakang si pemuda, dia menjinjing sebuah keranjang, dan 4 ikat kayu bakar yang masing-masing digantungkan di depan dan di belakang, total ada 8 ikat kayu bakar ; sementara murid kedua tampak berjalan dengan santai di belakangnya.

Share

Video Popular