Erabaru.net. Mungkin Anda belum memperhatikannya, mungkin juga sudah, namun jika Anda sudah tahu, mungkin Anda juga belum tahu alasannya, mengapa telepon dan kalkulator memiliki papan angka dengan urutan yang berbeda? Satu dari bawah ke atas, dan yang lainnya dari atas ke bawah.

Nah, ada beberapa teori, yang paling umum dan evolusioner, yang menunjukkan bahwa telepon dan kalkulator memiliki nenek moyang yang berbeda.

Bergantung pada negaranya. Sampai tahun 60an, 70an, bahkan tahun 80-an, angka pada telepon dipilih dengan cara diputar.

perfecto.guru

Nantinya, saat nada sambung muncul, angkanya diganti menjadi tombol.

perfecto.guru

Perancang telepon menghadapi tantangan: bagaimana memposisikan tombol mereka untuk memudahkan penggunaannya bagi orang-orang.

Tentu saja, ada banyak usaha: mereka menyusun angka-angka dalam bentuk lingkaran, dalam dua baris, dalam bentuk belah ketupat…

Akhirnya mereka memutuskan desain yang kita gunakan hari ini, dengan angka-angka disusun dalam tiga baris (dari atas ke bawah).

Di sisi lain, kalkulator berasal dari mesin “cash register” dan mesin-mesin mekanik untuk menghitung. Oleh karena itu, sama seperti mesin-mesin  “leluhurnya,” angkanya dari 0 sampai 9, disusun dari bawah ke atas.

perfecto.guru

Penjelasan yang paling logis untuk merancang urutan terbalik pada papan angka kalkulator adalah susunan yang sekarang, akan lebih mempermudah bagi akuntan, ahli statistik, matematikawan, insinyur dan profesional lainnya untuk bekerja dengan kalkulator. Misalnya, angka nol di bawah satu, itu karena counter menggunakan angka ini lebih sering.

Jadi itulah sebabnya, karena kalkulator dan telepon berasal dari “nenek moyang” yang berbeda, selain itu keduanya juga dirancang oleh orang yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda.

perfecto.guru

Selamat, kini pengetahuan Anda bertambah! (anggi/ jul)

perfecto.guru

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular