Erabaru.net. Tidak sedikit pasutri yang tidak memiliki anak kemudian mengadoposi anak di badan kesejahteraan sosial anak.

Namun, karena secara tak terduga melahirkan anak kandung sendiri, lalu meninggalkan atau memberikan anak angkat mereka sebelumnya kepada orang lain.

Sebenarnya, selama prosedur adopsi terpenuhi, pengangkatan anak secara hukum oleh pihak yang mengadopsi telah ditetapkan.

Kecuali ditentukan oleh otoritas terkait dan mengumumkan pemutusan hubungan kedua bela pihak, maka kedua belah pihak tidak boleh menghentikan atau meninggalkan pihak lain dalam bentuk apa pun, jika tidak akan memikul tanggung jawab hukumnya.

Ini adalah sistem hukum terkait yang berlaku di beberapa negara tertentu.

Pasutri ini, sebut saja Ah Ming dan Lulu sudah lebih dari dua tahun tidak memiliki anak.

Mereka berencana mengadopsi anak di badan kesejahteraan sosial anak.

Saat itu, seorang gadis cilik manis yang berusia 7 tahun menarik perhatian mereka.

ILUSTRASI. (Internet)

Staf dari badan tersebut sebenarnya menyarankan agar mereka mengadopsi anak yang lebih kecil usianya, agar hubungan antar keduanya bisa terjalin lebih akrab.

Anak-anak yang akan segera memasuki usia sekolah seperti gadis cilik yang akan mereka adopsi itu biasanya sudah dikirim ke sekolah yang ditanggung pemerintah.

Namun, pasangan tersebut merasa cocok dengan gadis itu, dan merasa tidak terlalu merepotkan merawat anak yang lebih besar (usia).

Kemudian gadis itu pun dibawa pulang setelah menyelesaikan prosedur pengangkatan anak dan memberi nama Ping-ping.

Ping-ping sangat rajin, lembut dan santun pada pasutri ini.

Ping ping selalu tanpa disuruh membantu Lulu saat sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Tampaknya hasil didikan dari badan kesejateraan tersebut sangat baik.

Ping ping yang manis dan lembut itu membawa banyak keceriaan dan kebahagiaan bagi pasutri ini, mereka merasa telah memiliki keluarga yang sempurna dengan kehadiran Ping-ping, putri angkatnya.

Enam bulan kemudian, kebahagiaan yang tak terduga pun menyambut pasutri ini, Lulu hamil.

Setahun kemudian, putra mereka lahir, membuat pasangan ini bukan main bahagianya.

ILUSTRASI. (Internet)

Selama masa hamil, Ping ping yang berpikiran cukup dewasa mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan.

Setelah kelahiran adiknya, dia juga merawatnya dengan telaten.

Namun, semua usahanya sia-sia, sikap orangtua angkatnya tidak lagi seperti dulu.

Seiring bergulirnya waktu, ketidaksukaan pasutri ini semakin jelas.

Mereka mulai memukul Ping ping dan mencari-cari alasan bahwa Ping ping memukul putra mereka saat mereka tidak memperhatikan.

Mereka terus memukul dan tidak percaya perkataannya, meski Ping ping menjelaskan sambil menangis.

Pada malam musim dingin, pasutri itu mengusir Ping Ping, hanya karena dia memakan bubur sisa adiknya.

Keesokan harinya, gadis malang itu ditemukan tewas kedinginan tergeletak di sebuah gang tidak jauh dari rumah orangtua angkatnya.

Mengetahui kabar itu, orangtua angkatnya tidak merasa sedih sedikit pun, karena perhatian mereka tercurah pada putra kandung mereka.

Namun, tak disangka pada tahun kedua, putra kandung mereka terserang penyakit leukemia dan menjalani rawat inap di rumah sakit, hingga akhirnya tewas disiksa oleh operasi, kemoterapi dan siksaan terapi lainnya.

Sejak itu, Lulu yang mentalnya mulai terganggu sepanjang hari tidur sambil mendekap selimut anaknya.

ILUSTRASI. (Internet)

Sementara Ah ming berbaring di tempat tewasnya Ping ping sambil bibirnya komat kamit entah apa yang diucapkan.

Asal tahu saja, anak itu bukan anjing atau kucing, yang bisa Anda pelihara atau buang seenaknya.

Sayang sekali, Ping Ping, gadis cilik itu tewas sia-sia di tangan orangtua angkat yang tidak bertangungjawab.

Tentu saja akhirnya keluarga ini juga hancur dengan cara yang tak terduga ini. Hanya bisa dikatakan semua itu akibat dari perbuatan mereka sendiri.

Setiap anak adalah malaikat, tidak terkecuali anak yatim yang dibuang, anak orang lain itu juga manusia!

Jika Anda tidak mampu memikulnya, janganlah mengadopsinya.

Jika Anda bersedia merawat dan membesarkannya, bersedia memberinya sebuah keluarga yang utuh, janganlah dicampakkan!

Ini barulah figur orangtua yang bertanggung jawab! (jhn/rp)

kknews.cc

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular