Erabaru.net. Sebuah penelitian di AS menyebutkan bahwa perasaan cemas karena berhutang atau tekanan keuangan, tidak hanya dapat menyebabkan beban psikologis pada seseorang, tapi juga dapat memicu rasa sakit secara fisik.

Orang-orang yang memiliki beban seperti ini cenderung lebih banyak menggunakan analgesik.

ILUSTRASI. (http://riauaktual.com)

Studi yang diadakan tim peneliti yang dipimpin oleh profesor kebijakan publik Eileen Chou dari University of Virginia ini, berdasarkan analisis data dari 33,720 kepala keluarga seluruh Amerika.

Studi tersebut menemukan, bahwa dosis penggunaan obat analgesik pada dua anggota keluarga yang menganggur dalam satu keluarga itu jauh lebih besar sekitar 20% dibandingkan dengan keluarga yang hanya satu orang yang menganggur.

Dalam satu eksperimennya, para peneliti mengumpulkan 114 siswa untuk menguji ketahanan mereka terhadap rasa sakit.

Para siswa diminta semaksimal mungkin meletakkan tangannya ke dalam air es, makin lama semakin bagus.

Kemudian, setengah dari siswa itu diminta untuk membacakan beberapa pemberitahuan tentang keamanan lapangan kerja.

Sementara separuh lainnya membacakan pemberitahuan tentang ketidakamanan lapangan kerja.

Setelah itu, semua siswa diminta untuk menggambarkan kemungkinan kesan yang dirasakan mahasiswa pada umumnya terhadap kedua pasar kerja tersebut.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa lamanya durasi sepasang tangan siswa yang tidak mendapatkan informasi keamanan kerja yang diletakkan di dalam air es itu tidak bisa selama siswa yang mendapatkan informasi kerja yang aman, artinya kemampuan mereka terhadap rasa sakit itu menurun.

ILUSTRASI. (rackcdn.com)

“Secara keseluruhan, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa rasa ketidakamanan secara ekonomi pada individual dapat menimbulkan rasa sakit secara fisik,” kata Eileen Chou.

Para peneliti menuturkan, bahwa rasa sakit yang ditunjukkan secara fisik itu berakar pada kecemasan ekonomi dan rasa yang tidak terkendali.

Studi ini juga sekaligus memberikan solusi, yaitu dengan memahami letak permasalahannya baru bisa menanamkan obatnya secara tepat sasaran.

ILUSTRASI. (msecnd.net)

Hasil survei American Psychological Association 2015 silam, uang adalah faktor utama yang memicu (beban) tekanan pada penduduk Amerika, suatu waktu dalam satu bulan terakhir.

Sebesar 72% responden di antaranya itu merasakan tekanan ekonomi. (jhn/yant/rp)

Epochtimes

Share

Video Popular