Erabaru.net. Mencuci buah dan sayuran tidak cukup untuk menghindari terkonsumsinya pestisida. Orang-orang di seluruh dunia terus saja sedang mengonsumsi residu pestisida setiap hari, seperti yang telah ditunjukkan dengan adanya pestisida dalam sampel darah dan urin yang diambil dari populasi masyarakat yang luas.

Efek kesehatannya bisa mencakup risiko kanker, masalah reproduksi, dan perkembangan mental anak yang lebih lambat. Banyak regulator, seperti Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, memang telah memonitor residu pestisida pada makanan.

Namun, tingkat residu yang mereka anggap aman jutsru sebenarnya masih berada di taraf berbahaya, menurut beberapa ilmuwan. Regulator mendasarkan penilaian keselamatan mereka pada studi yang terbatas tentang pestisida pada individu.

Mereka tidak memperhitungkan akumulasi pestisida dalam tubuh manusia dan interaksi berbagai pestisida dari berbagai sumber.

Misalnya, Anda menelan sedikit pestisida yang terkandung dalam sebuah stroberi yang Anda makan, lalu sedikit pestisida dalam madu Anda, dan pestisida lain yang terkandung dalam brokoli Anda.

Mungkin jika Anda hanya makan sebuah stroberi masih dalam parameter yang aman, tapi jika Anda makan banyak stroberi, mungkin Anda akan melewati tingkat keamanan itu.

Atau mungkin ada beberapa pestisida pada stroberi, brokoli, dan madu, serta tidak diketahui bagaimana pestisida yang berbeda itu berinteraksi satu sama lain. Campuran di tubuh Anda bisa memiliki efek buruk, layaknya campuran obat.

Secara keseluruhan, Anda bisa berakhir dengan tingkat paparan pestisida yang tidak aman.

Lalu apakah dengan memakan makanan organik bisa mengurangi paparan pestisida? Sepertinya tidak ada yang sepenuhnya aman. Residu bahkan ditemukan pada makanan bayi organik.

Hal ini mungkin disebabkan oleh terlarutnya pestisida dari peternakan konvensional di sekitarnya.

Memutuskan tingkat risiko yang diterima

“Saya pikir hal ini dapat berubah menjadi sebuah norma sosial,” kata Virginia Zaunbrecher, seorang ahli biologi molekuler di University of California- Los Angeles. “Apakah kita sebagai masyarakat ingin menerima risiko semacam ini atau apakah kita ingin pemerintah yang mengaturnya? Dan apakah kita bersedia membayar untuk itu, apakah itu akan meningkatkan biaya produksi atau kenaikan biaya peraturan?”

Laporan Zaunbrecher pada 2016 tentang efek kesehatan dari paparan pestisida kumulatif menyebutkan: “Permasalahan terbesar di sini adalah kita hanya mengetahui sedikit tentang bagaimana mereka (pestisida) berinteraksi satu sama lain.”

Berdasarkan penelitian terbatas yang tersedia, menurut Zaunbrecher, nampaknya pestisida bisa berinteraksi menjadi lebih berbahaya. “Hal ini membuat saya tidak nyaman dengan masih banyaknya ketidakpastian tentang hal itu,” imbuhnya.

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular