Sang mikolog Ecovative, Sue Van Hook, telah mempelajari ekologi jamur selama 45 tahun terakhir. Menurutnya, jamur memiliki banyak hal yang masih bisa dipelajari.

ILUSTRASI. (.scienceabc.com)

“Alam telah mengembangkan solusi selama ratusan ribu tahun. Kita hanya perlu belajar tentang solusi apa yang mereka tawarkan. Kita akan mengetahui bahwa mereka juga menyediakan solusi yang ampuh, karena jika tidak mereka juga akan punah,” tutur Van Hook.

“Jamur telah beradaptasi dengan banyak sekali perubahan dalam 1,7 miliar tahun terakhir, sehingga mereka memiliki gen yang mampu merespon tantangan yang berbeda.”

Sepanjang sejarah Planet Bumi yang kacau, jamur harus menyesuaikan diri dengan periode kepunahan massal dan pergolakan besar.

Hal ini telah memberikan miselia berbagai fitur yang dapat kita gunakan bagi keuntungan kita.

“Mereka dapat mengikat sesuatu bersama- sama dengan sangat kuat. Mereka dapat mengikat sesuatu bersama-sama secara longgar. Mereka dapat mengikat sesuatu bersama-sama dengan banyak elastisitas atau kekakuan tergantung bagaimana kita memperlakukan variabel lain. Ada berbagai sifat dalam kekuatan yang fleksibel dan tekanan kuat yang dapat kita ekstrak dari kinerja mereka berdasarkan kondisi pertumbuhan, nutrisi, dan jaringan jamur yang kami pilih untuk dikerjakan,” papar Van Hook.

Sebuah produk Ecovative yang disebut Myco Board saat ini sedang digunakan dalam furnitur, ubin akustik, dan papan selancar, dan segera disetujui sebagai bahan bangunan struktural.

ILUSTRASI. (http://discovermagazine.com)

Dan yang terbaru, Myco Board yang lebih kokoh dirancang untuk menggantikan papan partikel standar, dengan kekuatan yang setara namun tanpa perekat formaldehida.

“Jamur bertindak sebagai resin untuk mengikat serat tanaman bersama-sama. Mereka dapat menjadi partikel kayu, atau produk pertanian yang lebih terbarukan seiring dengan siklus hidup mereka,” kata Van Hook.

ILUSTRASI. (inhabitat.com)

Dan tidak seperti resin plastik yang terbuat dari bahan bakar fosil, miselium benar-benar berkelanjutan dan terbarukan.

“Mereka mengkloning diri mereka seiring dengan pertumbuhan, jadi itu adalah semacam resin alami yang akan terus terjadi asalkan memiliki cukup makanan,” pungkas Van Hook. (osc/yant/rp)

Epochtimes

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular