Erabaru.net. Seorang pelukis, melukis sebuah lukisan tentang seorang pria dan wanita sebelum menikah saling menatap, wajah mereka penuh dengan tawa gembira.

Kemudian lukisan ini diputar 180 derajat, menjadi pria dan wanita yang sudah menikah, saling menatap dengan marah.

Hal yang lebih aneh lukisan ini disertai oleh beberapa baris kata, melihat dari bawah dan dari atas isi perkataan tersebut terjadi perbedaan besar.

(Sebelum menikah) dari atas membaca.

Pria : sangat bagus! Hari yang saya harapkan telah tiba!

Wanita : Apakah saya boleh mengingkar janji?

Pria : Tidak, Anda tidak usah berpikir apapun!

Wanita: Apakah engkau mencintai saya?

Pria: Tentu saja!

Wanita: Apakah Anda akan mengkhianati saya?

Pria: Tidak, bagaimana Anda bisa mendapatkan ide itu?

Wanita: Apakah Anda dapat menciumku sekali saja?

Pria: Tentu saja, tidak mungkin hanya sekali saja!

Wanita: Apakah ada kemungkinan Anda akan memukul saya?

Pria: Selamanya tidak mungkin!

Wanita: Dapatkah saya mempercayai Anda?

(Setelah menikah) dari bawah membaca

Mengapa pria dan wanita yang setelah menikah dapat mengalami perubahan tersebut?

Salah satu kemungkinan adalah transisi dari kekasih menjadi istri dan keluarga, dari berbagai tekanan dari kehidupan nyata, percintaan semakin digantikan oleh kehidupan nyata.

Selain itu, setiap orang memiliki karakter dan ide masing-masing.

Setelah menikah dalam kehidupan nyata terjadi berbagai perbedaan pendapat dan ide, perselisihan dan kesalahpahaman yang tidak selesai tidak bisa dihindari.

Jadi kita harus menggunakan jenis mentalitas dan suasana hati apa untuk mengobati, sehingga hasilnya akan menjadi perbedaan besar?

Hadapi dengan hati toleran semua masalah dapat diselesaikan

Di WeChat ada sebuah cerita seperti ini. Seorang gadis dan suaminya setelah berumah tangga. Gadis ini menyukai makanan yang hambar, sedangkan pria ini menyukai makanan yang pedas, tidak bisa tanpa pedas.

ILUSTRASI. (sgcookinglessons.com)

Suatu hari, gadis ini menjenguk orang tuanya di luar kota. Ayahnya sangat senang anaknya pulang, ingin sekali-kali memasak untuknya.

Namun ia memasak sayur terlalu asin. Baru saja si gadis ini ingin protes ke ayahnya, ia melihat ibunya diam-diam membawa secangkir air, menyendok sayur dicuci ke air dan memakannya.

Gadis ini memperhatikan perbuatan ibunya, mengingat dalam pikirannya.

Hari berikutnya, gadis ini memasak hidangan favorit suaminya. Tentu saja, setiap hidangan memakai cabe.

ILUSTRASI. (freepik.com)

Tapi, di depannya ada segelas air. Suaminya menatapnya dengan asyik mengunyah sayuran yang telah dicelup diatas air, matanya menjadi lembab.

Setelah itu, suaminya minta dia memasak tidak pedas lagi.

Hanya di depannya ada sebuah piring kecil yang berisi saus cabai.

Share

Video Popular