Oleh: Ke Xian

Erabaru.net. Mengapa pada malam hari orang mengantuk, dan dengan sendirinya terbangun di pagi hari?

Mengapa perlu makan di pagi, siang dan malam hari?

Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran untuk tahun 2017 ini telah mengungkapkan jawaban atas teka-teki ini.

Awal bulan Oktober lalu, telah diumumkan Hadiah Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran.

Jeffrey C. Hall, Michael Rosbash dan Michael W. Young, ilmuwan yang mempelajari mekanisme molekuler ritme sirkadian telah menerima kehormatan tersebut.

Apa yang dimaksud dengan “ritme sirkadian?” Artinya, manusia, hewan dan tumbuhan akan menunjukkan perubahan fisiologis dan perilaku seiring dengan bergulirnya waktu (dari siang ke malam).

Ritme sirkadian dikendalikan oleh “jam biologis” tubuh, yang dapat membedakan siklus siang dan malam, untuk menyesuaikan fungsi fisiologis diri berada dalam kondisi terbaik.

Sejak dahulu kala manusia sudah menemukan fenomena ini, tapi “keberadaan jam biologis” tetap kontroversial dalam komunitas ilmiah.

Para ilmuwan terus memperdebatkan, apakah hal ini merupakan respon tubuh terhadap stimulus eksternal, atau tubuh benar-benar memiliki jam biologis?

Tiga ilmuwan pemenang hadiah Nobel untuk fisiologi dan kedokteran 2017
(JONATHAN NACKSTRAND/AFP/Getty Images)

Apakah dalam tubuh manusia benar-benar terdapat “jam?”

Komunitas ilmiah benar-benar telah memiliki pemahaman tentang jam biologis tersebut, perlu mengingat apa yang terjadi pada tahun 1971.

Dua orang ilmuwan ketika melakukan studi terhadap lalat drosophila, menemukan beberapa lalat mengalami perubahan aneh pada mekanisme fisiologisnya.

Beberapa lalat beranggapan 24 jam sehari sebagai 19 jam, dan beberapa lainnya menganggap sebagai 28 jam.

Dan perubahan ini disebabkan oleh mutasi gen yang terjadi secara tiba-tiba.

Para ilmuwan mengamati secara cermat gen termutasi pada kromosom X lalat tersebut dan diberi nama “Period”.

Kemudian, Hall, Rosbuck dan Young memisahkan gen tersebut. Mereka menemukan penyebab gen tersebut mampu mengendalikan jam biologis, karena mereka dapat menghasilkan semacam protein.

Protein tersebut secara bertahap meningkat di malam hari, dan secara bertahap berkurang pada siang hari, mekanismenya seperti pegas pilin di dalam sel, yang mengatur ritme kerja sel.

Tubuh manusia juga merupakan mekanisme semacam itu.

Tiga ilmuwan peraih Nobel tersebut, berhasil menemukan penyebab gen yang mampu mengendalikan jam biologis, karena mereka dapat menghasilkan semacam protein, protein tersebut secara bertahap meningkat di malam hari, dan secara bertahap berkurang pada siang hari, mekanismenya seperti pegas pilin di dalam sel, yang mengatur ritme kerja sel. (domain public)

Studi tersebut juga menemukan bahwa ada dua jenis jam biologis di dalam tubuh manusia.

Sebuah terletak dalam hipotalamus sebagai “jam biologis pusat”, berfungsi sebagai komandan pusat dan ada banyak mekanisme “jam biologis periferal” yang terdistribusi di seluruh tubuh.

Hebatnya, jam periferal yang berbeda mengendalikan fungsi fisiologis yang berbeda, mereka beroperasi secara independen, dan bekerja sendiri-sendiri pada saat bersamaan, lagi pula semua jam biologis dapat bekerja secara sinkron dan harmonis.

Jam biologis dapat memengaruhi fungsi metabolisme dan perilaku tidur, suhu tubuh, tekanan darah, kadar hormon seseorang serta fungsi fisiologis lainnya.

Jika Anda mematahkan jam biologis, akan timbul ketidaknyamanan, seperti begadang, jet lag dan sebagainya.

Sebagai contoh, hewan yang gen jamnya disingkirkan, akan timbul ketidakseimbangan hormonal.

Jika keteraturan hidup seseorang secara berkepanjangan tidak sesuai dengan jam biologis, akan menyebabkan penyakit kanker, gangguan neurologis, gangguan metabolisme dan berbagai risiko penyakit lainnya.

Situs resmi Hadiah Nobel mengatakan bahwa penemuan ini akan memiliki dampak yang luas dan mendalam pada kesehatan umat manusia.

Menjaga kesehatan melalui ritme sirkadian oleh Pengobatan Tradisional Tiongkok telah dimulai dua ribu tahun yang lalu

Sejak lebih dari 2.000 tahun silam, kitab klasik PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) “Yellow Emperor Classic of Internal Medicine (Huang Di Nei Jing)” menjelaskan secara detail fenomena fisiologis tubuh dan hubungannya dengan ritme sirkadian.

Teori PTT “midnight-noon and ebb-flow doctrine” beranggapan bahwa perubahan matahari dan bumi, membuat organ tubuh manusia mengalami perubahan yang berbeda selama 12 periode @2 jam (total 24 jam).

Setiap periode @2 jam selalu ada organ tubuh yang “bertugas”.

Karena itu, PTT memperhatikan untuk mengikuti perubahan waktu dalam mengadakan perawatan organ yang sesuai, dan menyesuaikan dengan organ yang sedang aktif untuk menyembuhkan penyakit yang bersangkutan. (Beraktivitas sesuai waktunya akan sehat! Metode Pemeliharaan Kesehatan sesuai hukum PTT 12 periode @2 jam)

Teori “midnight-noon and ebb-flow doctrine” dari PTT beranggapan bahwa periode @2 jam yang berbeda selama sehari berpadanan dengan 12 organ yang berbeda. (Shutterstock / Epoch Times)

12 organ tubuh masing-masing adalah kantung empedu (24:00), liver (2:00), paru-paru (4:00), usus besar (6:00), lambung (8:00), limpa (10:00), jantung (12:00), usus halus (14:00), kandung kemih (16:00), ginjal (18:00), pericardium/xin bao (20:00) dan triple burner/san jiao (22:00), yang bersesuaian dengan dua belas periode @2 jam.

Kepala klinik Shang De Tang, dokter PTT Jiang Yuguang mengambil contoh dalam mengkonsumsi makanan.

Menurut metode pemeliharaan kesehatan dua belas periode @2 jam, makan siang hendaknya mengkonsumsi makanan kaya gizi, karena siang hari jam 1 sampai 3 berpadanan dengan usus halus.

Usus halus perlu menyerap nutrisi, yang zat esensinya disebarkan ke seluruh tubuh, dan limbahnya dihantarkan ke dalam usus besar.

Jika Anda mengkonsumsi makanan yang bergizi di siang hari, nutrisi yang diserap tubuh akan lebih banyak.

Dan jam 3 sampai 5 sore, adalah waktu terbaik dalam sehari untuk minum air. Karena pada masa itu meridian kandung kemih berada pada saat yang paling bersemangat, mengkonsumsi air minum bisa bermanfaat bagi kandung kemih, kondusif untuk ekskresi ampas kotoran tubuh manusia.

“Dia memang menyukai ekskresi, Anda tidak memberinya air, tentu saja dia menjadi apatis,” kata Jiang Yuguang, turutilah waktu aktif organ tubuh dan lakukan “hal-hal yang menjadi favorit” mereka, maka kita akan dapat hidup harmonis dengan tubuh sendiri.

Menuruti ritme sirkadian untuk “tidur”, memiliki manfaat besar bagi tubuh manusia. PTT menyarankan untuk tidur pada pukul 11 malam.

Karena pada jam 11 sampai jam 1 pagi, merupakan waktu energi Yang tubuh manusia bersembunyi, tidur pada saat ini dapat memelihara energi Yang, sehingga seseorang bangun keesokan harinya dengan penuh vitalitas.

Dan jam 1 sampai 3 pagi, justru adalah waktu energi dan darah terkonsentrasi di meridian liver, dengan tidur nyenyak bisa membantu liver melakukan detoksifikasi.

Tapi jika pada saat-saat itu belum juga tidur, atau sering terbangun dari tidur, ini akan mudah melukai meridian liver, menyebabkan gejala mata kering, pusing, keringat malam dan lain-lain.

Tidur siang juga diperlukan, tapi tidak perlu terlalu lama, 10 menit sudah cukup.

Karena jam 11 sampai jam 1 siang adalah meridian jantung yang paling bersemangat, istirahat sejenak, atau bahkan duduk beristirahat dengan memejamkan mata selama 5 menit, sudah bagus untuk jantung.

Orang yang belajar, bekerja, sebaiknya memanfaatkan dengan baik waktu emas jam 3 sampai 5 sore.

Karena pada saat ini meridian kandung kemih yang berpadanan merupakan meridian yang melintasi kepala, saat ini eneggi dan darah naik ke bagian otak, efisiensi belajar sangat tinggi.

Sebab itu orang zaman dahulu mengatakan, “pagi sekolah, sore mengulang.” Artinya hal-hal yang dipelajari pada pagi hari, sebaiknya diulang pada masa ini untuk memperkuat ingatan.

Teori lengkap PTT untuk menjaga kesehatan berdasarkan siklus waktu selama lebih dari 2.000 tahun telah menguraikan dengan menyeluruh dan terperinci temuan ilmiah masa kini.

Baik pengobatan tradisional maupun pengobatan Barat, telah memberitahu sebuah pedoman tentang aturan pemeliharaan kesehatan.

Harus menyesuaikan diri dengan alam untuk menjaga kesehatan tubuh, bertentangan dengan hukum alam, mudah menimbulkan ketidaknyamanan fisik, bahkan menimbulkan penyakit. (pur/whs/rp)

Share

Video Popular